Politik

Johan Rosihan Soroti Program KKP dan Dorong Penurunan Kasus Stunting

Jakarta, Talikanews.com – Daya saing produk perikanan Indonesia dibandingkan negara-negara produsen dunia sangat rendah. Padahal Indonesia merupakan salah satu Negara dengan produksi perikanan tertinggi di dunia, namun nilai ekspor produk perikanan masih jauh dari kata memuaskan.

Hal inilah yang disorot oleh Anggota DPR RI Dapil 1 NTB, H Johan Rosihan, karena ada kaitan dengan penurunan kasus Stunting.

Dia menyampaikan, data yang pegangnya, bahwa ekspor Indonesia kalah telak dari Vietnam. Rata-rata nilai ekspor perikanan Indonesia selama 5 tahun belakangan mencapai Rp 43 Triliun, sedangkan Vietnam diangka Rp 85 Triliun. Artinya, ada gap nilai yang cukup besar, padahal potensi sumberdaya perikanan Vietnam hanya 1/3 dari yang dimiliki Indonesia.

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menyinggung pernyataan Dirjen penguatan daya saing dan produk kelautan dan perikanan (PDSPKP) Agus Suherman, saya rapat dengar pendapat yang memaparkan empat strategi utama Dirjen PDSPKP pada tahun 2020 yaitu, Peningkatan Investasi Dan Pengembangan Usaha Kelautan Dan Perikanan, kemudian Pengembangan Akses Pasar Hasil KP Dalam Dan Luar Negeri, selanjutnya Penguatan Kinerja dan Efisiensi Logistik Hasil KP dan Peningkatan produk KP yang bermutu dan bernilai tambah.

Bagi Johan, jika Dirjen seperti ini, maka KKP perlu kerja cerdas untuk memenuhi target tersebut, karena merupakan turunan dari Restra Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2019-2024 secara tidak langsung merupakan penjabaran visi dan misi Presiden Jokowi.

“Kami harap KKP melalui Ditjen PDSPKP terus mendorong program-program yang memiliki multiplier effect tinggi, meningkatkan ekonomi masyarakat serta mendorong pengurangan kasus stunting yang banyak terjadi di Indonesia belakangan ini,” ungkapnya, Rabu (19/02).

Bicara program pemerintah dalam hal pengurangan stunting, secara khusus dirinya meminta agar program gemar makan ikan harus diperbanyak.

Baca juga:  Banggar Pojokkan Setwan NTB Terkait Perbedaan Angka KUA PPAS RAPBD 2020

Hal itu bertujuan untuk kampanyekan kebiasaan makan ikan karena menyehatkan, menghidupkan ekonomi masyarakat, pengolah produk perikanan serta yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui makan ikan.

Pada kesempatan itu Johan menyoroti anggaran Ditjen PDSPKP yang paling rendah diantara Direktorat jendral lainnya di lingkungan KKP. Dari catatan yang di lihat Ditjen PDSPKP memperoleh pagu anggaran Rp 366 Miliar. Sedangkan Ditjen Perikanan Tangkap sebesar Rp 702 Miliar, kemudian Ditjen Perikanan Budidaya Rp 739 Miliar, d
Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Rp 507 Miliar dan Ditjen PSDKP Rp 1.062 Miliar.

Terkait hal itu, Johan pun bertanya, bagaimana mau meningkatkan daya saing produk perikanan dengan postur anggaran rendah itu. Oleh karenanya, tahun 2021 dirinya mengusulkan pagu anggaran di KKP ditingkatkan, sekaligus penguatan Ditjen PDSPKP.

Terakhir Johan meminta KKP untuk focus kepada pengembangan produk-produk kelautan perikanan termasuk jasa-jasa lingkungan berbasis potensi daerah.

“Saya contohkan, Teluk Saleh di Sumbawa yang memiliki potensi wisata Hiu, Paus dan tracking mangrove yang sangat baik. Itu bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir disana,” tutupnya (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button