Gubernur NTB Sambut Kedatangan Wapres, Ini Agendanya

Mataram, Talikanews.com – Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin berkunjung ke Nusa Tenggara Barat untuk menggelar Kuliah Umum di Universitas Mataram, juga tinjau progres pembangunan Rumah Tahan Gempa sekaligus melihat progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Lombok.

Begitu Wapres tiba di Bandara Internasional Lombok pukul 11.50 wita pada Rabu (19/02). Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah didampingi Istrinya juga jajaran Forkompinda memberikan sambutan hangat.

“Selamat datang di NTB bapak Wakil Presiden RI,” ungkapnya.

Gubernur Dr Zul menyampaikan, ada sejumlah agenda pada Kunker Wapres selama Dua hari ini. Di antaranya meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi, memberikan kuliah umum serta menyapa masyarakat.

Disatu sisi, Rektor UNRAM Prof. Dr. H. Lalu Husni menegaskan, kedatangan Wapres ke Unram membahas penangkalan faham radikalisme di kalangan mahasiswa. ”
Ini sebuah kebanggaan dan keberkahan bagi sivitas akademika UNRAM di tengah kesibukan, Wapres sempatkan diri ke NTB,” kata dia.

Husni menjelaskan, kedatangan Wapres ke Unram dalam rangka memberi kuliah umum dengan tema ”Penangkalan Faham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa” kepada 1.500 mahasiswa di Gedung Aditorium M. Yusuf Abubakar.

Pada kuliah umum dengan tema “Pencegahan Paham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa” itu lanjutnya, sangat relevan, mengingat isu radikalisme akhir-akhir ini telah menyebar ke kampus-kampus, yang tentunya membutuhkan upaya-upaya preventif untuk penangannya karena sangat berbahaya dan dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tidak hanya itu, terdapat pembentukan fakultas Fisipol (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) yang selama ini tertunda akibat adanya moratorium.

“Dari seluruh Prodi yang ada, terdapat tiga Prodi yaitu Sosiologi, Hubungan Internasional dan Komunikasi yang belum bisa berdiri di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik karena terbentur kebijakan moratorium. Padahal proses permohonan izin pendirian fakultas tersebut jauh sebelum keluarnya kebijakan moratorium” papar Prof. Husni.

Prof Husni sangat berharap Bapak Wakil Presiden dapat membantu pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) tersebut, sebab cukup sulit untuk memerjer ketiga Prodi tersebut ke Fakultas yang sudah ada, karena tidak ada Fakultas yang serumpun basis keilmuannya.

Husni memaparkan kondisi Kampus Unram pasca Gempa, saat ini berada di Klaster kedua dari 5 klaster Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang diranking oleh Kemenristek Dikti. Dia juga menyampaikan beberapa prestasi Unram diantaranya peringkat Webometrics UNRAM yang berada di peringkat ke 17 dari 2.390 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Selain itu, laporan dari Prof. Husni tentang kondisi kampus Unram pasca Gempa bulan Agustus 2018 lalu, berdampak pada kerusakan bangunan fisik kampus.

“Hingga sekarang ini yang telah tertangani sebagian dari dana APBN dan sebagian lagi dari PNBP Unram. Adapun yang belum tertangani sebanyak 19 gedung dengan perkiraan biaya Rp. 19.7 miliar dan peralatan Laboratorium senilai Rp 29 miliar. Anggaran perbaikan 19 gedung dan peralatan Lab telah kami usulkan ke Kemendikbud. Kami berharap kiranya mendapat respon karena perbaikan gedung dan peralatan Lab tersebut sangat dibutuhkan untuk proses belajar mengajar,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button