WNA China Keruk Emas secara Ilegal di KSB, Dinas LHK NTB Tutup Paksa

Mataram, Talikanews.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara (NTB) menghentikan aktifitas penambangan emas ilegal oleh WNA Tiongkok China, di Desa Belo Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat.

Penutupan itu beralasan karena, lokasi penambangan itu masuk kawasan Hutan Lindung dan Dinas LHK NTB tidak pernah memproses izin Lingkungan atas nama PT. Zikun Jaya Trading sebagai perusahaan tambang Emas maupun Mangan ditempat tersebut.

“Iya mas, kita sudah tutup aktifitas penambangan itu pada hari Senin 17 Februari kemarin,” ungkap Kepala DLHK NTB, Madani Mukarom.

Dia menuturkan informasi yang disampaikan oleh petugas Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) setempat bahwa, aktifitas tambang Emas atau Mangan di Murus, terdapat kolam pemurnian emas diluar kawasan Hutan.

Antisipasi adanya aktifitas dalam kawasan, karena lokasi tersebut berbatasan dengan kawasan hutan. Maka, KPH menghentikan aktifitas alat berat yang digunakan untuk mengeruk emas maupun mangan itu dan memanggil penanggung jawab untuk jelaskan peraturan dan ketentuan Kehutanan dan Lingkungan.

Madani Mukarom mengaku, saat KPH kroscek lokasi pada hari Senin (17/02), ditemukan ada pembukaan lahan oleh salah seorang warga bernama Santek, tidak jauh dari kolam pemurnian tersebut.

“Hasil pencermatan koordinat, ternyata lahan tersebut masuk kawasan hutan. Kalau pun begitu, pak Santek tetap bersikukuh mengklaim lahan itu miliknya dibuktikan adanya Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dari desa.

Dimana SKPT tersebut juga merupakan salah satu jenis surat tanah yang diterbitkan secara resmi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menerangkan status riwayat tanah yang ditunjuk untuk dilakukan penelitian berdasarkan data fisik dan yuridisnya.

“SKPT Desa tersebut dijadikan dasar untuk mempertahankan bahwa lahan itu miliknya,” ujar dia.

Kondisi ini lanjutnya yang membuat KPH harus tertibkan masalah klaim kawasan Hutan.

“KPH telah diperintahkan untuk melakukan penertiban dan koordinasi dengan para pihak terutama pihak Desa yang telah mengeluarkan SKPT itu,” tutupnya sembari menegaskan, LHK NTB tidak pernah memproses izin Lingkungan atas nama PT. Zikun Jaya Trading sebagai perusahaan tambang Emas maupun Mangan ditempat tersebut. (TN-red)

Related Articles

Back to top button