Kasdiono: Bermodus Direksi, WNA Tiongkok China Leluasa Keruk Emas di NTB

Mataram, Talikanews.com – Mantan wakil ketua Komisi V DPRD NTB, HMNS Kasdiono rupanya terpanggil atas keberadaan Tujuh Warga Negara Asing (WNA) Tiongkok China yang diduga melakukan penambangan emas secara Ilegal di Desa Belo, Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Keberadaan Tujuh WNA dibawah Corporasi PT. Zikun Jaya Trading dan masuk jajaran dewan Komisaris dan Direksi merupakan modus mereka siasati Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) sehingga dengan mudahnya melakukan penambangan emas layaknya pekerja kasar.

“Mereka masuk Direksi itu bisa dibilang untuk mensiasati peraturan presiden nomor 20 Tahun 2018┬átentang penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA),” ungkapnya, Selasa (18/02).

Politisi Demokrat itu menyampaikan, kalau dilihat dari lampiran keputusan Kemenkumham nomor AHU 0000147. AH. 01.01 tahun 2020 tentang pengesahan pendirian badan hukum perseroan terbatas PT Zikun Jaya Trading yakni Muchong Zhou, Huanliu Zhou, Junjie Xiao, Jiaomei Jin, Jianfeng Liu, Nanhui Liu, Shuping Cui, Wenfu Song, Zhanping Li, dan Muslimin.

“Masuk akal tidak, tu, posisi Direksi dan komisaris menjadi buruh kasar seperti di temukan oleh Bakesbangpoldagri KSB. Ini semata-mata hanya untuk menghindari RPTKA dan bisa disebut akal-akalan,” kata dia.

Yang jelas lanjutnya, tidak masuk akal jajaran Direksi bekerja layaknya buruh kasar menambang emas di KSB itu kalau maksud dan tujuannya hanya untuk mengelabui supaya tidak kena pajak dan kontribusi seperti yang tertuang dalam RPTKA.

“Jangan sampai akal-akalan untuk siasati Perpres mengecualikan Direksi hindari RPTKA bagi perusahaan pemberi kerja,” kata dia.

Oleh sebab itu, dirinya minta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB dan Kabupaten turunkan tim melakukan investigasi dan menindaklanjuti persoalan ini.

Disatu sisi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumbawa Barat, Tajuddin dikonfirmasi mengaku, tidak pernah menerima permohonan izin tambang ataupun tambang batu mangan dari PT Zikun Jaya Trading.

Oleh sebab itu, aktifitas yang dilakukan PT Zikun Jaya Trading dan WNA itu jelas melanggar aturan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan kegiatan itu telah dihentikan oleh KPH Sejorong yang berkantor di Jereweh,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button