Ekonomi

Lombok akan di Datangi 500 Pengusaha untuk Rakernas APINDO

Mataram, Talikanews.com – Awal bulan April mendatang, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Nusa Tenggara Barat akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Lombok Raya.

Pada Rakernas itu nanti, akan hadir 400 sampai 500 pengusaha atau investor sekalian menikmati ke indah destinasi yang dimiliki pulau dijuluki seribu masjid ini.

“Dipilihnya Lombok sebagai lokasi Rakernas, setelah kita presentasi kelebihan masing-masing daerah ditingkat Nasional, saat rapat koordinasi pengurus APINDO seluruh Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu,” ungkap ketua APINDO NTB, Ni Ketut Wolini.

Dia menyampaikan, saat presentasi peserta dan panitia Rakor mempertimbangkan serta langsung menunjuk NTB sebagai lokasi Rakernas.

“Rakernas Apindo akan melibatkan seluruh kalangan pengusaha Se-Indonesia dari semua bidang. Agenda nasional itu, nantinya akan fokus membahas kondisi dan potensi investasi serta berwisata di Lombok,” kata dia.

Wolini memaparkan alasan utama NTB di tunjuk sebagai tuan rumah Rakernas APINDO itu karena daerah seribu masjid ini akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di KEK Mandalika, Lombok Tengah.

Selain itu, NTB dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki destinasi wisata tercantik di dunia. Mulai dari sisi keindahan alam dan berbagai adat dan seni budayanya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB itu menjelaskan bahwa rakernas tersebut akan mengangkat tema peran UMKM dalam perekonomian nasional.

Oleh karenya kata dia, panitia akan mengundang para pelaku UMKM. Pertemuan tahunan para pengusaha nasional tersebut juga rencananya akan dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, untuk membuka acara tersebut.

Kemudian, Apindo akan mengundang Bupati/Walikota untuk menghadiri Rakernas. Karena menurut dia, momen tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan gambaran tentang potensi investasi ditiap daerah.

Baca juga:  Pengelolaan Parkir di Lion Mart dan Matahari Seyogyanya Satu Pintu

“Nanti bisa juga sekalian memberikan gambaran tentang bagaimana pengurusan perizinan bagi para pengusaha yang ingin berinvestasi di berbagai sektor,” tutupnya sembari menegaskan, selama ini para pengusaha masih menyoroti model perizinan antara satu kabupaten/kota lainnya berbeda-beda. Mereka inginnya terpadu satu pintu, tidak ada perbedaan. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button