Daerah

Tolak Pergantian Nama BIL Masyarakat Lingkar Bandara Akan Gelar Aksi Akbar

Lombok Tengah, Talikanews.com – Tokoh pemuda dan masyarakat wilayah Lingkar Bandara mengadakan musyawarah besar mengatur strategi dalam penolakan nama bandara BIL menjadi BIZAM yang di koordinir oleh Ketua ALARM NTB Lalu Hizi, Rabu (12/02)

Lalu Hizi mengatakan, bahwa di Desa Ketare hari Rabu 12 Februari 2020, sekitar pukul 14.30 wita dihadiri ratusan orang perwakilan Desa lingkar Bandara seperti Desa Penujak, Tanak Awu, Ketare, Sengkol, Batujai dan juga tokoh-tokoh dari desa lain seperti Desa Rembitan, Kawo, Stanggor, Mangkung dan Bonder pun ikut hadir dalam musyawarah.

“Pertemuan itu tadinya diinisiasi oleh beberapa tokoh guna membahas persiapan aksi besar-besaran untuk menolak perubahan nama BIL menjadi BIZAM diantaranya Mamiq Tajudin, Mamiq Devi, Mamiq Dani dan beberapa tokoh juga dari Desa Rembitan Mamiq Ringgit, Sekdes Rembitan dan tokoh-tokoh muda lainnya dari beberapa perwakilan desa dan tokoh LSM seperi Ikhsan Ramdani dari FORMAPI-NTB, hadir pula beberapa delegasi dari LSM NTB BANGKIT,” ujarnya.

Di tambahkan mereka semua sepakat untuk tetap konsisten menolak pergantian nama bandara, dengan menggelar aksi akbar yang akan melibatkan desa-desa se Lombok Tengah.

“Ia semua masyarakat dan tokoh lingkar BIL sudah sepakat untuk mengelar aksi akbar penolakan nama BIL menjadi BIZAM ,” jelasnya.

Selain itu Lalu Hizzi juga menegaskan bahwa tidak benar desa-desa tersebut telah setuju dengan perubahan nama bandara, bahkan mereka sepakat untuk menyampaikan penolakan kerena BIL harga mati dan mereka akan melawan kesewenang-wenangan Pemprov NTB atas pergantian nama Bandara.

“Tidak ada desa lingkar bandara yang setuju atas perubahan nama BIL menjadi BIZAM,” tegasnya.

Untuk mematengkan aksi itu akan ada pertemuan lanjutan setelah selesai pestifal pesona bau nyale untuk merumuskan pola pergerakan atau aksi,  agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan.

Baca juga:  Kandidat Cakades Kecamatan Jonggat Gelar Deklarasi Pilkades Damai

“Kita perlu pelajari pola pergerakan yang tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kecuali memang situasinya yang memaksa harus demikian karena sampai detik ini masyarakat lingkar BIL masih solid,” tegas Lalu Hizzi.

Oleh sebab itu mereka berharap agar Pemprov dan pihak Angkasa Pura 1 (AP) hendaknya jangan memaksakan kehendak untuk merubah nama bandara.

“Kalau di rubah tentu akan berpotensi konflik yang sangat besar dan akan menjadi catatan buruk bagi pemerintah Pemprov NTB,” tutup Lalu Hizzi.(TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button