KOPAT-BIL Seruduk Kantor Angkasa Pura Tuntut Legalitas

Lombok Tengah, Talikanews.com -Di Ulang tahunnya yang ke 56 PT. Angkasa Pura 1 (Persero) mendapat kado sepesial dari Komunitas Pelaku Jasa Transportasi Lingkar Bandar (KOPAT-BIL).

Puluhan sopir travel tersebut mendatangi Kantor Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Lombok dengan membawa sejumlah tuntutan, Rabu (12/02).

Lalu Reza Fadila Kordinator (KOPAT-BIL) Desa Tanak Awu ketika haering menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya meminta Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan Pihak PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Bandar Udara Internasional Lombok untuk mengakomodir Komunitas Pelaku Jasa Transportasi Lingkar Bandara secara legal.

“Kami minta dinas terkait dan AP 1 untuk mengakomodir dan memberikan kejelasan terkait dengan legalitas (KOPAT-BIL) dengan sistem transportasi online dikarenakan sistem online lebih efektif dari segi keamanan dan ketertiban,” uajarnya.

Mereka juga meminta kepada pihak Angkasa Pura untuk mempelajari, menijau dan atau menghentikan penertiban jasa transportasi di bandara yang sifatnya mengintimidasi serta melakukan kekerasan khususnya kepada merak (KOPAT-BIL) yang berasal dari lingkar bandara.

“Kami tidak mau dikatakan transport ilegal karena kami para pelaku jasa transportasi yang taat aturan dan hukum,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja para pelaku jasa transportasi juga meminta kepada pihak Angkasa Pura bahwa tidak mau lagi dinaungi oleh koperasi atau perusahaan transportasi yang sudah menjadi mitra pihak Angkasa Pura karena mereka semua telah berkhianat.

“Kami memohon kepada pihak angkasa pura untuk segera mengakomodir bendera atau badan hukum yang kami ajukan karena kami percaya tidak akan dikhianati lagi oleh badan hukum yang kami ajukan khususnya kami yang berasal dari lingkar bandara,” imbuhnya.

Mendengar sejumlah tuntutan itu Maneger Komersial Hulman Wesly menanggapi akan segera mengakomidir dengan mengatur regulasi untuk KOPAT BIL dan akan segera membahas dengan Kepala Desa lingkar Bandara regulasi yang akan di terapkan.

“Akan kami bahas dulu dengan semua kepala desa lingkar bandara regulasi apa akan kita gunakan untuk mengakomodir KOPAT-BIL,” terangnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button