Pemerintahan

Pasca Mutasi, Wagub NTB Ingatkan 375 Pejabatnya Kedepankan Profesionalitas

Mataram, Talikanews.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Sekretaris Daerah Drs. H. Lalu Gita Ariadi melantik dan ambil sumpah jabatan 375 pejabat Eselon III dan IV yang terdiri dari Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Kepala Sekolah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Pada kesempatan itu, Wagub Rohmi mengingatkan kepada para pejabat supaya bawa amanah agar dapat dilaksanakan sesuai sumpah janji yang diucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa. Terutama, kedepankan profesionalitas dalam bekerja.

“Semoga amanah yang bapak ibu emban bentul-betul dapat dilaksanakan sesuai dengan sumpah janji yang bapak ibu sampaikan,” ungkapnya di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (07/02).

Rohmi mengatakan, di posisi apapun seorang abdi negara, itu lah ujian untuk menapaki tahap-tahap selanjutnya. Bagi yang saat ini ada di eselon IV adalah ujian untuk perjalanan kedepan, begitu juga dengan eselon III.

Baca juga :  Dewan Singgung Pansel Sekda NTB, Iswandi Lempar ke Gubernur

“Profesionalitas itu harus sungguh-sungguh di utamakan,” kata dia.

Selain itu Wagub meminta ASN agar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab memiliki kemampuan managerial,” Harus terus diasah dan ditingkatkan,” cetusnya.

Dia meminta seluruh pejabat yang dilantik agar bisa memposisikan diri dengan posisi yang ada untuk mendukung dan mensupport atasan. Bukan untuk mempersulit pekerjaan yang ada di OPD masing-masing.

Menurutnya, jejak karier akan menjadi catatan dan perjalanan dalam proses baik di eselon IV maupun eselon III. Semuanya akan menjadi sejarah dalam perjalanan selama mangabdi sebagai ASN sampai dengan menikmati waktu pensiun nanti.

Baca juga :  Wabup Beri Penghargaan Juru Pungut Pajak

” Saya berharap agar ASN sungguh – sungguh dan profesionalitas. Tidak ada bawahan yang mencelakakan atasannya, yang ada adalah bagaimana kita bekerja dalam satu tim, begitu juga atasannya semua harus ada dalam satu tim, koordinasi yang baik, saling mengayomi, saling support, saling mengenali, bagaimana struktur managemen itu sungguh-sungguh bisa berfungsi,” ujarnya.

Ditegaskan Wagub, bahwa didalam menempati jabatan, tidak ada transaksi-transaksi apapun.

“Kalau ditemukan ada transaksi yang terjadi didalam menempati satu jabatan, maka hal itu akan menjadi catatan, untuk kemudian bisa mencelakai jabatan bapak/ibu sendiri kedepannya,” tutup Rohmi.(TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close