Desa Teruwai Lombok akan Dijadikan Satelit Unggas

Lombok Tengah, Talikanews.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah tinjau keberadaan Kampung Unggas Desa Teruwai Kecamatan Pujut, sekaligus melihat perkembangan ternak unggas.

Keberadaan kampung ternak di desa ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian serta pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam bagi masyarakat NTB.

Sapana Rohmi ini Wagub senang atas kemajuan serta pola pikir masyarakat Desa Teruwai.

“Saya melihat, hampir di setiap rumah tangga itu sudah menginisiasi untuk beternak dan hasilnya luar biasa,” ungkapnya Rabu (05/02).

Wagub meminta supaya masyarakat Desa Teruwai tidak puas diri terhadap keberhasilan kampung unggas ini. Justru jadikan motivasi lebih baik. Karena, masih perlu perbaikan di beberapa aspek. Pemprov bersama Pemda juga akan memberikan perhatian untuk kemajuan dan suksesnya Kampung Unggas tersebut.

“Ini menjadi perhatian. Bahkan akan kita jadikan satelit atau pusat unggas. Nah, kalau kita mau jadikan ini contoh harus banyak penyempurnaan, harus banyak perbaikan-perbaikan,” kata dia.

Selain dalam hal produktivitas, Wagub juga mengajak masyarakat tetap memperhatikan lingkungan. Kebersihan lingkungan harus dijaga betul agar produk yang dihasilkan pun bersih dan sehat.

“Kita akan tata agar peternakannya sukses, maju dan supaya kampungnya sehat. Syaratnya pengelolaan sampah,” ujarnya.

Wagub juga mengajak masyarakat berjuang mewujudkan satelit unggas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, supaya NTB mandiri dalam arti mandiri ayam, mandiri telur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Budi Septiani, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam di NTB masih kurang. Dengan adanya Kampung Unggas Desa Teruwai diharapkan akan meningkatkan produktivitas telur dan daging ayam tersebut.

“Karena kita ketahui bahwa kebutuhan telur untuk Nusa Tenggara Barat itu perhari satu juta tiga ratus butir, dimana kita hanya mampu memproduksi enam ratus ribu butir, jadi peluang untuk itu sangat besar,” tuturnya.

Dalam menyukseskan Kampung Unggas lanjutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB turut menggandeng BPP untuk mendampingi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dalam pengelolaan hasil pertanian dan peternakan.

Tidak hanya itu, bangun kerjasama dengan Fakultas Peternakan dalam membuat kajian potensi serta dukungan dari SKPD baik lingkup Pemprov dan juga Pemda Lombok Tengah. Untuk tahun ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menargetkan untuk menaikkan kelas Kampung Unggas Desa Teruwai menjadi Satelit Ayam Kampung.

“Satelit ayam kampung yang di Desa Teruwai ini Insya Allah terealisasi di 2020,” pungkas Budi.(TN-red)

Related Articles

Back to top button