Hasil Check Kesehatan negatif, PT AP BIL Perketat Pemeriksaan Penumpang

Mataram, Talikanews.com – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah melakukan check up dan assesment terhadap Delapan pelajar NTB yang dipulangkan dari Cina.

Hasil pemeriksaan itu menunjukkan bahwa, tidak terpapar virus Corona.

“Hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, dijelaskan bahwa Delapan orang itu aman dari virus Corona,” ungkap humas posko waspada virus Corona NTB, juga Kepala Diskominfotik, Gede Ariyadi,. Senin (03/02).

Dia menjelaskan, kalau pun dinyatakan tidak terpapar virus Corona. Kedelapan pelajar tersebut belum diperbolehkan pulang kerumahnya karena harus di observasi selama 14 hari di Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB.

“Ini merupakan ketentuan dari Menteri Kesehatan sesuai perintah WHO yang ditetapkan dalam SOP,” kata dia.

Gede Ariyadi menambahkan, hari Selasa (04/02), pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Provinsi NTB akan memanggil orang tua pelajar tersebut untuk di edukasi jika ingin membawa anak mereka pulang. Karena, kalaupun tidak terpapar virus Corona tersebut namun harus mengikuti SOP.

“Apakah akan dipulangkan atau tidak, tergantung kesepakatan besok,” cetusnya.

Disisi lain, dalam rangka mencegah masuknya virus corona ke Indonesia, PT. Angkasa Pura I (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan pemeriksaan kesehatan penumpang di 15 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I, salah satunya Bandara Internasional Lombok.

Bandara Internasional Lombok bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terus meningkatkan pemeriksaan kesehatan penumpang baik penumpang domestik maupun penumpang internasional menggunakan alat thermal scanner.

Alat tersebut telah terpasang di area kedatangan domestik maupun area kedatangan internasional.

Alat thermal scanner berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang, jika terdapat penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih maka penumpang tersebut akan diperiksa kesehatannya lebih lanjut oleh KKP.

“Namun, bukan berarti penumpang yang memiliki suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih pasti terjangkit virus corona. Penumpang tersebut masih berstatus suspect yang akan diperiksa kesehatannya lebih lanjut,” terang Communication and Legal Manager Lombok International Airport, I Nyoman Siang.

Selain penggunaan thermal scanner lanjutnya, petugas frontliner Bandara juga telah diwajibkan untuk memakai masker, kacamata, dan sarung tangan saat bertugas.

Monitoring juga dilakukan terkait kesiapan dan pelayanan personil KKP untuk memeriksa kesehatan penumpang. Selanjutnya, Bandara Internasional Lombok akan berkoordinasi dengan KKP terkait simulasi penanganan penumpang suspect virus corona sesuai dengan SOP yang telah disepakati. (TN-red)

Related Articles

Back to top button