Pendidikan

Ratusan Kepala SMA Dirombak, Gubernur NTB: Jangan jadi Raja Kecil

Mataram, Talikanews.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Zulkieflimansyah mengambil sumpah/jabatan ratusan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Widya Swara, Kepala Tata Usaha dan pengawas pendidikan, berlangsung di gedung Graha Bhakti Praja, lingkup kantor Gubernuran, Jumat (31/01).

Adapun rincian, perombakan guru menjadi kepala sekolah dan sebaliknya sebanyak 188 orang. Kemudian jabatan Kepala Tata Usaha sebanyak 100 orang, untuk mutasi dari kepala sekolah ke jabatan pengawasan sebanyak 54 orang.

Pada kesempatan itu, sapaan Dr Zul itu menekankan kepada para kepala sekolah supaya jangan jadi raja kecil di tempat kerja.

“Jangan bertindak sebagai raja kecil, melainkan harus mampu edukasi siswa, kemudian jadi orang tua sekaligus teman. Kata lain bersahaja,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kalau ada yang belum dilantik, harus sabar menunggu karena harus melalui pertimbangan kemudian masukan dari masyarakat. Jangan sampai ada oknum yang rela membayar demi ingin menjabat kepala sekolah.

“Mutasi ini melalui proses dan ada standar penilaian tersistem yang sangat bagus, kalau tidak punya sistem maka, dunia pendidikan ini akan menderita sehingga perlu di ingatkan. Mengenai ada Kepala Sekolah turun menjadi guru biasa seperti SMAN 1 Pringgarata dan SMAN 1 Mantang, silahkan tanyakan Plt Dikbud, pasti punya standar penilaian,” kata dia.

Baca juga :  Unram dan Unizar Mataram saling Jajaki Kerjasama terkait Kualitas Mutu Pendidikan

Politisi PKS ini kembali menjelas mengenai program NTB Gemilang. Dimana NTB Gemilang yang dimaksud adalah sebuah ekspresi untuk membuat terobosan dan semangat luar biasa membangun daerah.

Kata NTB Gemilang menurutnya sangat gampang diucap tapi pelaksanaannya yang berat. Contoh NTB Tangguh, bermakna semua pejabat dan masyarakat harus tangguh dalam menghadapi bencana, mampu bangkit dari keterpurukan, jatuh sekali harus mampu bangun delapan kali.

Kemudian Mantap, lebih pada jalan atau infrastruktur mulus seperti yang diharapkan masyarakat sebagai penunjang perekonomian dan ini tanggung jawab bersama.

Selanjutnya, NTB Bersih dan melayani, saat ini mungkin kebanyakan orang berfikir tempat tidur padahal yang dimaksud, bersih lingkungan dan melayani masyarakat, tidak lebih banyak bicara daripada kerja.

Tidak hanya itu, ada NTB sehat dan cerdas. Dimaksudkan kesehatan itu selain tanggung jawab diri sendiri juga ada keterlibatan masyarakat. Sehingga, perlu tunjukkan
tanggung jawab Kepsek untuk membuat sekolah lebih nyaman, menyenangkan termasuk berprestasi.

Baca juga :  Ingin Anak-anak TK hingga SD Minum Susu Gratis, Gubernur NTB Berselancar Virtual ke Selandia Baru

“Akan hancur dunia pendidikan ini kalau kepala sekolah ada like and dislike, apalagi cuek terhadap kondisi sekolah,” ujarnya.

Ada NTB Asri dan Lestari. Dimana,
Kepsek itu harus punya taman sekolah dan lingkungan lestari. Jangan ketika melihat lahan kosong lantas mau dibangunkan gedung. Dirinya ingin melihat Kepsek yang mampu membuat siswa nyaman duduk di taman.

Terakhir NTB Sejahtera dan Mandiri. Dirinya
berharap kepada para SMK supaya bisa mempunyai produk unggulan siswa. Jangan sampai siswa yang sudah lulus nanti jadi penonton di daerah sendiri.

“Jangn sampai ketika saya datangi Sekolahnya terus minta dibangunkan gedung dan musholla. Lebih baik minta program bangun taman dan tingkatkan prestasi. Utamakan bangun relasi yang baik guru dengan siswa dan masyarakat,” pungkasnya (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close