DPP PKB Keluarkan Rekomendasi Tiga nama Bacalon Kepala Daerah 2020 di NTB

Mataram, Talikanews.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan fit and proper test terhadap para bakal calon kepala daerah di Tujuh Kabupaten/Kota di NTB yang mendaftar melalui partai berlambang bintang sembilan di Pilkada 2020 ini
Hasil fit and proper test dari tanggal 27 Januari, baru tiga Kabupaten yang sudah selesai dan memunculkan rekomendasi terhadap Johan Sjamsu dari Kabupaten Lombok Utara, untuk Kabupaten Sumbawa yakni Dewi Noviany bacalon wakil bupati dan Indah Damayanti Putri bacalon bupati Kabupaten Bima.
“Untuk sementara, DPP PKB sudah keluarkan rekomendasi terhadap tiga nama bacalon bupati dan wakil bupati sesuai hasil fit and proper test, mereka diminta mencari calon pasangan dan partai koalisi,” ungkap ketua DPW PKB NTB, HL Hardian Irfani, Jumat (31/01).
Dia mengatakan, untuk rekomendasi terhadap bacalon dari Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, Lombok Tengah dan Kota Mataram masih proses fit and proper test Kemungkinan dalam waktu 2 atau 3 hari kedepan hasilnya dikeluarkan oleh DPP.
Yang jelas, DPP PKB tidak mungkin keluarkan rekomendasi untuk semua bacalon yang mendaftar. Karena, setiap Kabupaten/Kota hanya satu rekomendasi yang diterbitkan baik bagi bacalon bupati maupun wakil bupati sesuai hasil fit and proper test.
“Ya nggak mungkin lah DPP memberikan rekomendasi semua bacalon,” kata dia.
Hardian memaparkan jumlah Bacalon yang sudah mengikuti pemaparan visi-misi dan dikirim namanya untuk fit and proper test di DPP seperti di Kabupaten Dompu, sebanyak Empat orang, kemudian Kabupaten Bima hanya Hj Indah Rahmayanti Putri, Kabupaten Sumbawa sebanyak Lima orang, di Sumbawa Barat masih dirapatkan. Sedangkan Kabupaten Loteng sebanyak Tujuh orang akan direkomendasikan ke DPP. Untuk Kabupaten Lombok Utara hanya H Johan Samsu, dan Kota Mataram yakni H Makmur Said dan Badruttamam Ahda.
Adapun nama-nama Bacalon yang sudah ikut fit and proper test maupun yang sedang proses di DPW PKB NTB yakni Ir. H. Lalu Makmur Said dan H. Badruttama, Ahda (Kota Mataram). H. Djohan Samsu (KLU), kemudian Ir. Syarifudin Jarot (Sumbawa), Dr. Andi Tirta (Sumbawa), Dewi Noviani, (Sumbawa), Dr. Drs. A. Rahman Alamudy (Sumbawa), Dr. Saharudin (Sumbawa).
H. Burhanuddin Jafar Salam (Sumbawa), H. Husni Jibril (Sumbawa), H. Irwan Rahardi (Sumbawa), Ir. Mokhlis (Sumbawa), Nurdin Ranggabarani (Sumbawa), Drs. H. Syarifudin H. M.Noer (Kabupaten Bima), Ir. Suryadin (Kabupaten Bima), Hj. Iriani Bambang, H. Ihtiar (Dompu), Arifuddin (Dompu), Nurlaela Chairunnisa (Dompu), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, dan Fud Syarifudidin, (KSB).
Kemudian, Drs. H. Mahmud Abdullah (Sumbawa), Hermawansyah (Sumbawa), H. Bangun (Lombok Tengah), H. L. Fathul Bahri (Lombok Tengah), H. L. Putria (Lombok Tengah) H. Lalu Aksar Ansori (Lombok Tengah), Drs. H. Humaidi (Lombok Tengah), Ir. H. Dwi Sugianto (Lombok Tengah).
Ada juga H. Masrun (Lombok Tengah), H. Puaddi (Lombok Tengah), Ferdian Elmansyah (Lombok Tengah), Hj, Indah Dhamayanti Putri (Kabupaten Bima), Ir. Suryadin (Kabupaten Bima) dan Drs. HM. Nur Yasin
Mustakim Patawari (KSB).
“Intinya tiga kabupaten sudah mendapatkan rekomendasi untuk diusung PKB, namun mereka harus ikuti petunjuk dan arahan DPP sesuai isi rekomendasi itu. Sedangkan Empat kabupaten/kota masih proses fit and proper,” tutupnya. (TN-red)





