Daerah

Terdzolimi, Kadus Tuding Kades Langko Langgar Permendagri

Lombok Tengah, Talikanews.com – Delapan Kepala Dusun di Desa Langko Kecamatan Janapria, Lombok Tengah tuding Kepala Desa melanggar Peraturan Dalam Negeri tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Tidak hanya itu, para Kadus itu merasa di dzolimi oleh Kepala Desa nya lantaran Kades melaksanakan panitia seleksi pengangkatan kepala dusun baru yang diduga merupakan konconya tanpa mengeluarkan SK
pemberhentian Kadus sebelumnya.

Kepala Dusun Langko Gading, H. Masda mengatakan Delapan Kadus yang terkena pansel masih mempertanyakan status jabatannya, apakah sudah diberhentikan atau tidak karena sampai saat ini belum menerima SK pemberhentian.

“Sudah 19 tahun kami mengabdi untuk masyarakat sebagai Kepala Dusun tapi baru kali ini kami di Dzolimi. Apa dasar Kepala Desa melakukan pansel terhadap saya dan kadus yang lain sedangkan sampai hari ini kami belum diberikan SK pemberhentian. Kalau memang kami diberhentikan, terbitkan SK Pemberhentian,” ungkapnya Rabu (22/01).

Senada Dispar Sudirman, Kadus Langko Lauk. Persoalan ini sudah disampaikan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lombok Tengah, untuk meminta perlindungan. Karena, dalam aturan pemberhentian dan pengangkatan staf dan Kepala Dusun sudah jelas diatur Permendagri nomor 67 Tahun 2017 tentang perubahan atas Permendagri nomor 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Kami berharap kepada Instansi terkait dalam hal ini DPMD supaya melindungi para Kadus yang di dzolimi. Begitu juga harapan ini untuk Bupati, agar tegas terhadap nasib para Kadus,” kata dia.

Terkait hal itu, Kepala Desa Langko, Sriunan saat ditemui lebih memilih bungkam. Malah meminta kepada media supaya tidak dipublikasikan. “Jangan diberitakan,” pungkasnya. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button