Politik

Ini Syarat Bacalon Pilkada Lombok Tengah Jika mau Diusung PKB

Mataram, Talikanews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Tengah, kirim Sembilan nama bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang akan berkompetisi di Gumi Tatas Tuhu Trasna tahun 2020.

Adapun nama Sembilan Bacalon yang direkomendasi untuk ikuti pendalaman visi misi di DPP PKB yakni, H Dwi Sugianto, H Bangun, HL Pathul Bahri, H Humaidi, H Puaddi , H Masrun, HL Putria, Ferdy Elmansyah, dan Lalu Aksar Anshori.

“Nama-nama ini sudah dinyatakan lulus administrasi dan sudah ikuti pemaparan visi-misi di tingkat wilayah. Inilah yang direkomendasi untuk ikuti pendalaman visi misi sekaligus fit and proper test di DPP,” ungkap ketua DPC PKB Loteng, HL Pelita Putra, Jumat (17/01) di Mataram.

Baca juga :  KaDis Perdagangan Provinsi NTB tak Hadiri Klarifikasi Bawaslu

Pelita menjelaskan, setelah mereka mengikuti pendalaman visi-misi dan fit and proper test di DPP. Maka, DPP akan keluarkan mandat atau rekomendasi dengan syarat, para calon harus mencari calon pasangan dan partai koalisi.

Selain itu, DPP PKB juga akan turunkan lembaga survei untuk melihat elektabilitas para bakal calon tersebut sebagai pertimbangkan mengeluarkan SK pengusungan calon kepala daerah.

“Jika dalam waktu yang sudah ditentukan kemudian para bakal calon itu tidak mampu cari calon pasangan dan partai koalisi maka, mandat itu akan dicabut menganggap para bacalon itu tidak mampu memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan,” katanya.

Baca juga :  Nasdem NTB Usulkan TGB Dampingi Jokowi Di Pilpres 2019

Dengan demikian, DPP PKB berhak menunjuk siapa saja untuk di usung sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati melalui PKB tanpa hasil fit and proper test.

Yang jelas lanjut Pelita, DPC sudah melakukan tahapan penjaringan administrasi, tinggal keputusan ada ditangan DPP. Karena, pendaftaran di KPU akan dibuka pada Bulan Juni. Artinya, masih ada kesempatan para bacalon untuk mencari pasangan dan partai koalisi.

Disinggung isu ketua DPC PKB Loteng akan maju berkompetisi? Dirinya membantahnya.

“Kalau rencana ada, tapi saya belum ada izin dari orang tua. Itu yang tidak bisa dilanggar, disarankan tetap jadi Legislatif Udayana saja,” tutup dia. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close