Hukum & Kriminal

Ditreskrimum Polda NTB ungkap Pelaku Curanmor milik TNI dan Polri

Mataram, Talikanews.com – Pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah hukum Polda NTB tidak mengenal calon korban, termasuk kendaraan milik anggota TNI dan Polri.

Kali ini, anggota Ditreskrimum Polda NTB, berhasil ungkap pelaku pencurian kendaraan bermotor milik anggota TNI dan Polri di tiga lokasi.

Pelaku inisial GDS (37) melakukan aksi pada hari Jumat tanggal 3 Januari di Pasar Sindu, Cakranegara Mataram. Adapun modusnya, pelaku pura duduk di atas motor yang akan dicuri sambil melihat situasi, setelah merasa aman, pelaku langsung ambil kendaraan dengan cara dituntun. Setelah digeret, pelaku panggil tukang kunci dan langsung di bawa kabur.

Akibat kejadian itu, korban atas nama Elfa Herlina Wati yang merupakan istri anggota TNI melaporkan ke Polsek Cakranegara.

“BB beserta STNK, terdapat baret biru POM TNI AD milik suami korban berhasil dibawa kabur pelaku. Hebatnya lagi, kendaraan itu sudah dijual pelaku dan uang hasil penjualan BB di amankan petugas. Dikenakan pasal 363 ayat 1 ke-5 KUHP ancaman 7 tahun penjara ,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Selasa (14/01) di Mapolda.

Kasus lainnya, anggota Ditreskrimum berhasil meringkus pelaku Curanmor inisial DW dan penadah inisial AR juga SG. Berhasil diamankan setelah pengembangan kasus tersangka RL yang sebelumnya diringkus, saat ini berkas RL sudah tahap II, yang mencuri kendaraan milik anggota Polisi.

Hasil pengembangan, DW mengaku bereaksi di halaman parkir Masjid Raya Kota Mataram, berhasil membawa kabur motor beat warna hitam dan satunya lagi Honda Vario 125 warna merah berhasil digondol di garasi rumah korban di jalan Gotong Royong, Ampenan. Pelaku menghidupkan barang curiannya dengan cara sambungkan kabel kontak kendaraan, setelah itu, DW menjualnya ke RL.

Baca juga:  Bandar Sabu Jaringan Internasional Polda NTB Berhasil Kabur, Benarkah Ada Rp 10 Miliar?

“Pelaku DW ini sangat canggih di bidang kelistrikan kendaraan bermotor,” kata dia.

Artanto menambahkan, hasil pendalaman sesuai pengakuan AR, mendapatkan motor merk Honda Beat dari rekannya inisial MS saat ini masih DPO. Sedangkan AR menjualnya lagi ke RL, keterangan dari tersangka SG mendapatkan kendaraan Honda Vario 150 dari AR yang akan digadaikan ke WP.

“Atas ulah ke Tiga pelaku, petugas berhasil mengamankan tiga BB. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka DW, dijerat pasal 363 ayat 3 dan 4 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan AR dan SG dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujarnya sembari menegaskan, anggota juga berhasil amankan kunci T, sajam dari tangan pelaku.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, Kompol Candra Hermawan menambahkan, hasil pendalaman, terdapat pengakuan bahwa pelaku telah melakukan aksinya lebih dari 4 kali.

“Ada 1 residivis, karena 3 kali masuk penjara yakni inisial AR,” imbuhnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat supaya segera lapor jika ada kendaraan atau kehilangan barang. Setidaknya, jika dilaporkan minimal ada upaya polisi mencari pelaku.

“Mereka mencuri ini demi bisa makan,” tutupnya. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!