Daerah

Hapus Stigma Buruk, Kepala Imigrasi Mataram Rolling Pegawai

Mataram, Talikanews.com – Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Syahrifullah terus berupaya menghapus stigma buruk pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Imigrasi Mataram sebelumnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun cara untuk hapus stigma yakni, melakukan rolling jajaran agar tidak merasa nyama di satu tempat.

“Pasca saya dilantik sebagai Kepala Imigrasi Mataram, hari pertama bertugas, langsung pantau kerja para pegawai, setelah itu saya rolling. Yang dirolling adalah jabatan pelayanan yang membutuhkan kecepatan sikap pelayanan,” ungkapnya Senin (13/01).

Dia menjelaskan, rolling pegawai itu merupakan upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya tidak ingin ada Map permohonan paspor yang numpuk sampai ratusan setiap hari. Sehingga, saya akan tekankan semua pegawai harus lembur,” kata dia.

Dia juga telah membangun koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Mataram (Kejari), minta petunjuk atas pengaduan keterlambatan proses pembuatan paspor selama ini. Karena, dirinya berharap pelayanan permohonan paspor itu tidak seperti sebelumnya.

“Jangan sampai ada tumpukan, bila perlu pegawai lembur, karena yang dituntut saat ini adalah perubahan, bukan hanya bicara saja,” cetusnya.

Baca juga :  21 Pasien Positif Covid-19 di Kota Mataram Sembuh, Tim Satgas Masifkan Contact Tracing

Syahrifullah kembali bahas soal rolling pegawai. Dimana, rolling tersebut akan dilakukan 3 bulan sekali agar pelayanan lebih baik. Itu juga, semata-mata supaya pegawai bersangkutan tidak merasa nyaman di satu tempat saja.

Selain itu, dirinya akan berdayakan aplikasi APAPO yakni pelayanan pendaftaran paspor secara online bentuk cara memutus rantai calo.

“Jangan sampai para calo semakin bergentayangan. Rencana rolling ini dilakukan 3 bulan sekali dan calo paspor harus diberantas,” tegas dia.

Yang jelas, Syahrifullah ingin bangun kepercayaan terhadap masyarakat. Dirinya juga akan lengkapi fasilitas pelayanan, kemudian proses pengambilan paspor serba cepat dan transparan dengan membuat sistem puas dan tidak puas.

“Kembalikan kepercayaan masyarakat ini agak berat, mudahan cara ini bisa kembalikan stigma buruk imigrasi yang sebelumnya menjadi lebih baik,” tutupnya sembari menambahkan bahwa, dirinya sudah bangun komunikasi denga Bupati Lotim untuk membuat UKK, minta lahan 1 hektare sebagai lokasi bangun kantor baru imigrasi bertujuan pelayanan lebih baik. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close