Mutasi Masal Bupati Lombok Tengah Berimbas Lumpuhnya Pelayanan ke Masyarakat

Lombok Tengah, Talikanews.com – Hajatan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dalam hal ini Bupati, H Moh Suhaili FT yang bongkar pasang pejabat eslon II, III dan IV dengan harapan bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ternyata berimbas buruk terhadap masyarakat khususnya dalam pelayanan uji kendaraan bermotor bagi masyarakat itu sendiri.

Bagaimana tidak, dimutasinya Kepala Balai Uji Kendaraan Bermotor yakni Sahrun membuat semua pelayanan terganggu.

Sahrun menyampaikan, hari ini Rabu (08/01) pelayanan uji kendaraan bermotor sementara waktu di tutup dulu. Penutupan itu lantaran dirinya tidak berani menandatangani berkas karena sudah tidak menjabat lagi sebagai kepala uji kir.

“Saya sudah tidak ada wewenang lagi disini. Untuk sementara waktu, pelayanaan di Balai Uji kendaraan bermotor, kita tutup karena saya tidak berani menandatangi berkas uji,” ungkapnya Rabu (08/01).

Sahrun menjelaskan persoalan di Lombok Tengah saat ini, yang memegang Sertifikat Kualifikasi Kompetensi dari Kementerian Perhubungan dalam uji kendaraan bermotor hanya dirinya. Jadi secara otomatis semua berkas uji tidak bisa di tanda tangani oleh pejabat yang tidak memiliki Sertifikat Kualifiakasi Kompetensi.

“Kalau mengacu pada aturan dari Kementerian Perhubungan hanya saya yang boleh menandatangani, karena hanya saya yang sudah mendapatkan sertifikat Kualifiakasi Kompetensi di Loteng,” kata dia.

Kendati demikian Sahrun berharap supaya pemerintah daerah segera mengambil kebijakan yang lain untuk memudahkan pelayanan di Balai Uji Kendaraan Bermotor.

“Saya berharap semua persoalan ini segera dicarikan solusi oleh Pemda Loteng agar pelayanan tidak terganggu,” ujarnya

Disatu sisi, Darwilim yang menjabat Kepala Uji Kir mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mempunyai skil dalam uji kendaraan apalagi sertifikat.

“Jujur saya akui itu, tapi saya di SK kan untuk menjabat disini,” cetus mantan staf biasa di Bidang Lalu Litas Dinas Perhubungan ini.

Pantauan di lapangan, akibat tidak bisa ditanda tanganinya berkas uji kir tersebut. Puluhan pemilik kendaraan bermotor kecewa dan memutuskan untuk tidak melakukan uji kendaran. (TN-03)

Related Articles

Back to top button