Travel Agent dan Pengelola Hotel di Lombok Heran dengan Data Wisatawan Versi Dispar?

Mataram, Talikanews.com – Data kunjungan wisatawan yang berlibur ke Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti disampaikan Dinas Pariwisata NTB sebanyak 3,7 juta, dipertanyakan salah satu travel agent dan pengelola hotel.

Helmi yang merupakan salah satu travel agent yang enggan disebut nama perusahaannya itu merasa heran dengan data kunjungan wisatawan ke NTB versi Dinas Pariwisata mencapai 3,7 juta.

“Real yang lebih penting untuk memberikan informasi. Data yang disampaikan Dispar NTB itu bisa dikatakan tidak masuk akal,” ungkapnya Senin (06/01).

Dia menyampaikan alasan mengatakan tidak masuk akal bahwa, pasca pemulihan Gempabumi yang melanda NTB tahun 2018, dampak kunjungan wisatawan sangat berat bagi travel agent. Padahal, awal tahun 2019, para travel agent berlomba-lomba membuat open trip Lombok – Sumbawa untuk datangkan tamu. Pada hari H, bukannya mendapatkan tamu atau keuntungan. Malah, sebatas silaturahmi antar travel agent, kalaupun ada tamu, tapi tidak seberapa.

Terlebih lagi, memasuki bulan Ramadhan tahun 2019, akomodasi tiket melonjak dan berbayarnya bagasi. Hal itu sangat memukul pegiat pariwisata, agent dan toko oleh-oleh.

Oleh sebab itu, dirinya menyebut hitungan Dispar itu tidak masuk akal karena jumlahnya sesuai fakta. Karena, dirinya selaku pengelola travel agent kecil, selama 1 tahun itu hanya terima tamu domestik saja sebanyak 100 wisatawan. Karena pangsa pasar yang dilayani selama ini hanya domestik.

“Hitung saja berapa jumlah travel agent di NTB, anggap saja 100 travel agent, di kalikan tamunya 400 org selama 1 tahun. Terus bagimana cara menghitung sehingga bisa dapat angka 3,7 juta,” kata dia.

Bicara soal wisatawan yang datang melalui pelabuhan Gilimas, bisa dihitung jumlahnya sekitar 2500 wisatawan, itu pun menyandar tidak setiap bulan. Sedangkan wisatawan melalui Bandara Internasional Lombok jelas angkanya. Begitu juga jumlah wisatawan yang menginap di hotel bintang maupun non bintang, pasti Badan Pusat Statistik memiliki data.

“Nah, mungkin kalau travel agent yang dilibatkan Dispar banyak tamunya dan bisa merasakan dampak kedatangan wisatawan, infonya sampai kekurangan unit kendaraan besar. Tapi, bisa ditanya travel lain, hanya berapa yang dilibatkan Dispar,” cetusnya.

Yang jelas, para travel agent berusaha datangkan wisatawan untuk menghidupi perusahaan sendiri. Karena, kalau ada event besar pemerintah, mungkin pemerintah gunakan travel agent mereka saja.

“Kadisnya itu kan banyak masalah, sehingga kami mengamankan diri sendiri saja,” cetusnya.

Ditambahkan owner salah satu hotel kelas melati di wilayah Kota Mataram yang enggan disebut nama hotel dan minta namanya di insial.

DN mengaku memiliki hotel non bintang, pangsa pasar non bintang di Kota Mataram itu ada domestik, mancanegara, bisnis dan ada juga instansi.

Untuk tahun 2019, terlebih setelah dilanda gempa bumi, bisa dikatakan tingkat hunian sekitar 50 persen dari jumlah kamar sebanyak 14 kamar. Artinya, sekitar 6 sampai 7 kamar yang terisi setiap hari.

“Cukup berat, saat ini tidak seperti tahun sebelumnya, sebelum gempa, malah kita bisa tolak tamu. Apalagi tamu kami lebih di dominasi asal Malaysia,” tegasnya.

Yang jelas, setelah gempabumi, kunjungan hotel sangat kurang, tamu lokal dari Bima Dompu, Sumbawa, Mataram, Denpasar Bali, ada juga dari Jawa atau Jakarta yang biasa menginap kini jauh berkurang.

“Pendapatan kami kurang, apalagi sedang perbaiki hotel akibat gempa,” kata dia.

DN menuturkan angka kunjungan hotelnya pangsa Mancanegara sekitar 1 persen, kebanyakan lokal.

Yang membuat dirinya heran dan berfikir tidak masuk akal, kalau jumlah wisatawan 3,7 juta selama 2019, dirinya meyakini pasti semua hotel di NTB penuh.

Hitungan secara gamblang, dari angka 3,7 juta di bagi 365 hari, akan ketemu jumlah wisatawan setiap harinya sekitar 10.200 orang. Tinggal dihitung saja dari angka 10.200 itu berapa Wisman.

“Apakah yang direct dari Bali ke Gili juga dihitung. Kalau menginap, tinggal dihitung saja, nah yang hanya datang nikmati pantai dihitung, kan tidak memberikan kontribusi,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button