Hukum & Kriminal

Ombudsman: Banyak Modus Pemotongan Bantuan, Termasuk Beasiswa Bidik Misi Unram NTB

Mataram, Talikanews.com – Ombudsman RI Perwakilan NTB telah menindaklanjuti laporan terkait dugaan pemotongan beasiswa bidik misi di Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat.

Pemotongan dana beasiswa bidik misi yang diperuntukan bagi mahasiswa tidak mampu tersebut diduga dilakukan oleh oknum karyawan di Unram.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim menyampaikan ada puluhan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi dipotong nominalnya.

“Sekitar 95 orang mahasiswa dipotong haknya. Mestinya mahasiswa penerima beasiswa akan mendapatkan dana Rp 4,2 juta per semester, tapi mereka hanya menerima Rp 700 ribu,” ungkapnya, Kamis siang (02/01) di Mataram.

Dia menjelaskan, penerima beasiswa itu berstatus pengganti tanpa didukung surat keputusan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang semula membawahi Universitas Mataram.

Dimana, penerima pengganti itu melanjutkan penerima sebelumnya yang dinilai tidak mendapatkan beasiswa karena tidak memenuhi persyaratan akademik.

“Patut diduga praktik pemotongan beasiswa bidik misi tersebut sudah berlangsung lama,” kata dia.

Adhar mengaku cukup kaget terkait adanya pengaduan dari para mahasiswa miskin yang merasa dirugikan ini. Terlebih Rektor Unram tidak mengetahui dugaan praktek pemotongan tersebut.

Parahnya lagi, pelaku membuat surat permintaan pencairan dana beasiswa ke pihak Bank mengatasnamakan mahasiswa penerima beasiswa bidik misi pemilik ATM dari Bank.

Baca juga :  Polisi Sumbawa Barat Kembali Ciduk Dua Pengedar Sabu-Sabu

Setelah itu, pelaku menarik dana itu melalui ATM. Setelah diambil sebagian, kartu ATM diserahkan kepada penerima beasiswa. Belakangan diketahui dana yang tersisa hanya Rp 700 ribu.

“Kejadian itu diketahui sekitar Oktober 2019 lalu setelah ada laporan pengaduan dari mahasiswa penerima beasiswa,” tuturnya.

Ulah oknum tersebut diketahui setelah para mahasiswa mendapat pemberitahuan via SMS Banking dari Bank penyalur. “Kita sudah meminta keterangan kepada Rektor Unram, Kepala Biro dan Kepala Bagian semuanya tidak tahu dan itu clear. Bahkan, Rektor mengaku kecolongan,” terangnya.

Ombudsman langsung bertindak cepat dan mengkonfirmasi Rektor Unram. Akhirnya pelaku mengembalikan uang mahasiswa miskin yang disunat.

“Kami lakukan penelusuran setelah Ombudsman NTB menerima banyak laporan dari mahasiswa, sehingga untuk mengetahui kasus sebenarnya pihaknya kemudian melakukan investigasi selama tiga bulan, sehingga ditemukanlah bahwa benar ada pemotongan yang dilakukan oleh oknum pegawai di bagian Rektorat Unram. Saat ini pelakunya sudah digeser dari jabatannya,” papar Adhar.

Selain pemotongan beasiswa bidik misi lanjut Adhar Hakim, pemotongan lain juga banyak terjadi di sektor pendidikan di daerah itu, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.

“Modusnya banyak, mulai pungutan uang prakerin, uang komite dan lainnya,” tutup Adhar. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close