Kades Tanak Awu Minta Pemda Loteng dan Angkasa Pura Perhatikan Nasib PKL

Lombok Tengah, Talikanews.com – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Bandara Internasional Lombok (BIL) tak kunjung ada solusi.
Bahkan seakan menjadi persoalan besar karena Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku pemangku kebijakan maupun pihak Angkasa Pura I (AP) sebagai pengelola Bandara Internasional Lombok (BIL) belum memberikan titik terang akan nasib mereka. Hal itu disampaikan Kepala Desa Ketara Kecamataan Pujut, Lalu Wisnu Wardana.
Dia menyayangkan sikap Angkasa Pura yang belum memberikan solusi terhadap para PKL yang mengais rezeki itu. Saat penertiban, terjadi kericuhan akibat belum adanya solusi akan nasib mereka diberikan Pemkab dan Angkasa Pura.
“Para PKL yang berjualan di sana hanya ingin kejelasan nasib akan tempat disediakan pihak Angkasa Pura,” ungkapnya Sabtu (21/12).
Menurutnya pemerintah daerah dan Angkasa Pura I terkesan tidak serius membenahi para PKL. Itu bisa dilihat belum disediakan lapak, terlebih sebentar lagi memasuki musim penghujan.
“Jika serius ditangani maka nasib mereka tidak akan seperti saat ini, harus ditertibkan. Sementara mereka tidak siapkan tempat berjualan,” kata dia.
Dia juga tidak ingin melihat para PKL yang ada di Bandara Internasional Lombok tidak tertata rapi, merusak pemandangan pengunjung.
“Saya tidak mau bandara ini seperti pasar sehingga mendukung langkah angkasa pura maupun pemkab ketika menata para PKL. Akan tetapi, harus carikan solusi,” tuturnya.
General Manager (GM) Angakasa Pura (AP) Nugroho Jati yang dikonfirmasi enggan menanggapi terkait persoalan PKL. (TN-03)





