Hari Pertama Masuk Kerja, Ruangan Sekda NTB Sempat Terkunci “Rapet”

Mataram, Talikanews.com – Pintu ruangan kerja Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat terkunci “Rapet” lantaran diduga kuncinya hilang. Hal itu membuat Sekda definitif HL Gita Ariyadi, tidak bisa menjalankan aktifitas pada hari pertama masuk kerja pasca dilantik Kamis (19/12).

Salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pintu ruangan kerja Sekda itu terkunci. “Iya mas, kuncinya ketinggalan sehingga tidak bisa dibuka saat pak Sekda masuk di hari partama,” ungkapnya Jum’at (20/12).

Dia mengatakan, pagi Jumat, Sekda berencana masuk ruangan kerja, namun ketika dibuka, pintu tersebut masih dalam keadaan terkunci. Oleh sebab itu, sempat menerima tamu diruang tunggu.

“Setelah menerima tamu, pak Sekda langsung pergi, ada kegiatan lain di luar. Memang sempat bertanya, apakah barang pak Iswandi masih ada di dalam? Dijawabnya masih pak, langsung sarankan menunggu barang itu dikeluarkan baru akan masuk,” tutur dia.

Dia mengaku, kunci ruangan itu masih dibawa pak Iswandi yang sempat menjabat penjabat Sekda. Saat ini, pak Iswandi sedang ada tugas luar daerah. Hal itu membuat ruangan itu tetap terkunci. “Alhamdulillah sudah bisa dibuka setelah kita temukan kunci cadangan (duplikat),” tuturnya.

Usai shalat Jumat, staf tersebut mengaku bahwa, pak Sekda sempat balik melihat ruangannya yang dalam keadaan sudah dibuka.

“Tadi bapak datang loh pas teman-teman wartawan pergi,” cetusnya.

Terkait hal itu, Sekda NTB, HL Gita Ariyadi dikonfirmasi enggan memberikan keterangan.

Kepala Biro Umum Setda NTB, H Fathul Gani membantah kunci itu hilang apalagi di bawa Iswandi.”Kok hilang, ada lah. Ini saya di ruang Sekda,” tegasnya.

Sapaan Gani mengaku bahwa kunci itu ada. “Kita kan giat di Loang Balok. Saya selaku Karo Umum bisa memastikan, kunci selalu ada di penjagaan dan memang untuk kunci-kunci tertentu selalu ada perlakuan khusus,” bantah mantan Sekretaris DPMD dan Dukcapil ini sembari menambahkan, perlakuan khusus dimaksud bahwa kunci dipegang oleh petugas Cleaning Service (CS) diruangan dan disimpan di tempat yang aman.

Informasi yang diserap media ini, kunci ruangan kerja Sekda raib. Hal itu membuat Sekda tidak bisa masuk ruangan dan tidak bisa menjalankan tugas dengan maksimal.
Akhirnya terima tamu di tempat yang tidak semestinya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button