Gubernur NTB: Jadikan Pilkada ajang adu Visi-Misi, Bukan Kebencian

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menyampaikan tantangan untuk menyatukan kekuatan-kekuatan yang terserak. Dimana, dalam waktu dekat, akan ada Tujuh Kabupaten/Kota menjalani suksesi kepemimpinan. Suksesi kepemimpinan ini adalah agenda rutin yang diharapkan menjadi medium lahirnya kepemimpinan lebih baik bagi NTB.

“Siapapun yang akan terpilih pada suksesi ini, kita berharap ia merupakan pemimpin yang bisa memajukan daerah yang dipimpinnya. Adanya kompetisi yang sehat diantara para kontestan, adalah sebuah kewajaran dalam iklim demokrasi. Dalam demokrasi, kompetisi memang diperlukan karena ia diyakini akan mendorong pada upaya untuk terus menerus memperbaiki kualitas kepemimpinan kita,” ungkapnya Senin (16/12).

Bagi dia, pemimpin yang hidup dialam demokrasi, wajib untuk terus menerus melakukan perbaikan demi perbaikan demi mencapai kualitas kepemimpinan yang diharapkan. Dari suksesi yang satu ke suksesi yang lain, ekspektasi pemilih selalu menemukan bentuk barunya. setiap pemimpin dituntut untuk peka meresapi gejala. Baik yang tampak di permukaan maupun yang berdinamika di bawahnya.

“Dalam konteks inilah, pemimpin yang satu dan yang lain dituntut untuk saling adu gagasan, adu program, visi dan misi. bukannya justru menyemai benih-benih kebencian diantara pendukungnya. dalam persaingan yang saling menghancurkan, sesungguhnya tidak ada pemenang yang dihasilkan. ibarat pepatah, yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu. sungguh sebuah pertarungan yang sia-sia,” kata dia.

Dia mengatakan, dalam suksesi nanti, silang pendapat dan ketidaksepahaman pasti akan mengemuka. Namun, jembatan pengertian dan saling memahami akan tetap terbangun selama pintu komunikasi tetap dibiarkan terbuka.

Perbedaan pilihan haruslah dimaknai sebagai cara Tuhan untuk memperkaya masyarakat. Bukan sebagai sesuatu yang memantik perseteruan dan kehancuran.

“Kita ingin, kelak pilkada di Tujuh Kabupaten/kota akan menghasilkan pemimpin yang mampu merangkul semua pihak. yang menang, maupun yang kalah,” kata dia.

Hal itu dikatakannya karena, di tengah kompleksitas iklim sosial, politik dan ekonomi saat ini, Pemerintah Provinsi NTB menyaksikan bagaimana warga dan para pimpinan daerah di Kabupaten/Kota tetap berjibaku mendorong kemajuan demi kemajuan.

Contoh, di Kota Mataram, masyarakat menyaksikan ornamen-ornamen kota yang cukup menarik dan ikonik mulai dibangun.

Hal itu dilakukan bersamaan dengan upaya untuk terus membersihkan Kota Mataram melalui gerakan lingkungan sampah nihil alias lisan. Lisan, tidak lain merupakan perpanjangan nafas dari program zero waste di Kota Mataram.

Begitu halnya di Kota Bima, bisa dilihat upaya mendorong keseimbangan pembangunan. dimana kawasan utara Kota Bima kini semakin mendapatkan sentuhan pembangunan. Ekonomi kreatif dan ikon-ikon wisata lokal juga terus dikembangkan di sana.

Untuk di Lombok Barat, industrialisasi juga mulai bergema. Air Nira yang dulunya dijadikan bahan baku miras, kini diolah menjadi aneka jenis gula. Malah menjadi permen dan berbagai komoditas yang lebih bernilai tambah serta menghasilkan keberkahan. Kemandirian ekonomi juga mulai diperkuat dengan dorongan untuk membeli produk-produk dari daerah sendiri.

“Di Lobar, destinasi baru seperti sekotong kini juga mulai mencuri perhatian dunia,” tuturnya.

Di Kabupaten Bima, masyarakat bisa menyaksikan upaya serius untuk memulihkan kerusakan hutan. Dan kini, telah berdiri pabrik pengolahan minyak kayu putih terbesar dunia di daerah ini.

Pabrik ini akan mendorong tumbuhnya kemauan warga untuk menanam pohon kayu putih sebagai cara untuk menghadapi kerusakan hutan. Mungkin, inilah cara Tuhan telah menjawab doa para pemimpin dan warga Babupaten Bima yang menginginkan alamnya kembali asri.

Kemudian di Lombok Utara, pariwisata di tiga gili kembali bersemi. Terobosan dibidang kependudukan juga menjadi catatan yang menarik di KLU. Dimana, Bupati KLU telah berkomitmen bahkan bayi yang belum turun dari ranjang tempat kelahirannya, sudah bisa memiliki akta kelahiran. Upaya ini dilakukan bersama-sama dengan terobosan lainnya.

Di Dompu, komoditas jagung yang telah menjadi ikon, kini terus dikembangkan menjadi aneka produk olahan. program revitalisasi posyandu di dompu juga menuai sukses. Dari 433 posyandu yang ada di dompu, 270 posyandu telah berhasil naik strata menjadi posyandu keluarga dalam kurun waktu 11 bulan saja.

Sedangkan di Lombok Tengah, masyarakat sedang bersiap menyongsong agenda besar, MotoGP 2021. Ada banyak hal yang sedang dan terus dibereskan untuk menyukseskan agenda besar ini.

Dengan antusiasme bersama, bisa menyulap Loteng menjadi ikon pariwisata dan pusat ekonomi baru dunia.

“Sebuah daerah dengan potensi yang memikat banyak hati,” paparnya.

Di Sumbawa, komitmen pemerintah daerah memajukan pendidikan anak usia dini (PAUD) telah menuai apresiasi di tingkat nasional. Bunda PAUD Sumbawa, baru-baru ini meraih pin Emas pada apresiasi bunda PAUD tingkat nasional.

Dalam waktu dekat, di Dumbawa, bulog juga tengah mendorong pembangunan pabrik penggilingan padi terbesar se-Asia Tenggara.

Untuk di Lombok Timur, masyarakat menyaksikan tumbuhnya ponpes-ponpes besar yang salah satunya, diilhami oleh semangat juang pahlawan nasional, maulana syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Semangat dan dedikasi yang sama juga diikhtiarkan oleh para tuan guru di pulau lombok, sebelum dan setelah kehidupan beliau. jumlah penduduknya yang sangat besar, adalah tantangan sekaligus potensi demografis yang besar untuk mendorong kemajuan bersama. baru-baru ini, desa kembang kuning di lombok timur juga mencuri perhatian dengan meraih predikat desa wisata (dewi) berkembang terbaik se-indonesia.

Terakhir, Sumbawa Barat, pemerintah setempat dan warganya sedang berjuang untuk mewujudkan smelter. Dengan kerja bersama, KSB telah melahirkan kisah sukses membangun sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). KSB merupakan satu-satunya daerah di NTB yang sudah mencapai buang air besar sembarangan (Babs) nol. Dan mereka mendapatkan pengakuan unesco atas capaian ini.

“Semua yang kami sampaikan tersebut, bukanlah gambaran lengkap atas ikhtiar, dan kerja-kerja yang telah kita lakukan bersama. kita meyakini, ikhtiar yang telah dilakukan jauh lebih kompleks ketimbang yang bisa disampaikan dalam kesempatan ini,” terang dia.

Ikhtiar dan mimpi-mimpi yang renda saat ini, sebagian mungkin akan menuai hasil menggembirakan. Sebagian lainnya mungkin akan menemui kegagalan. Tapi hasil akhir bukanlah ranah manusia.

“Tugas kita adalah menyatukan kekuatan. Bekerja bersama, menangis bersama, menguatkan persahabatan yang tulus dalam meniti jalan panjang pembangunan ini. hasilnya, kita akan serahkan pada tuhan, pemilik takdir manusia. Selamat HUT NTB ke-61, selamat berkontemplasi dan memasuki jenjang usia yang baru,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button