Desa Darek Lombok Tengah “Darurat Sampah”

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, tak lelahnya kampanyekan program Zero Waste. Namun, usaha tersebut belum bisa menyentuh hingga masyarakat bawah seperti yang di alami Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya darurat sampah.

Bagiamana tidak, Desa tersebut masih terlihat kotor dan banyak sampah yang berserakan disamping pasar maupun di saluran air yang berada dipinggir jalan menuju Desa Ungga.

Kepala Desa Darek Ismail Sahabudin mengatakan mengaku masih kesulitan menangani sampah. Padahal sebelumnya, Pemdes sudah menggelar gotong royong bersih lingkungan sesuai surat edaran Bupati Loteng dalam menyambut datangnya pergantian musim.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama seluruh perangkat dan masyarakat Desa Darek. Akan tetapi, selang berapa hari kemudian, sampah-sampah itu kembali numpuk dan berserakan.

“Kita sudah siapkan bak sampah. Tapi, masih saja sampah berserakan,” ungkapnya Senin (16/12).

Sapaan Ismail itu mengaku, kerap kali mensosialisakan ke masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Namun, tidak di indahkan, mereka masih saja membuang sampah sembarangan. Padahal, sangat berbahaya jika musim penghujan tiba yang dapat menyebabkan banjir.

Oleh sebab itu, Tahun 2020 mendatang Desa Darek akan membuat pengolahan sapah non organik dan organik. Dimana, sampah organik tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Sedangkan sampah non organik, sisa pembakaran akan dibuat menjadi bahan pembutan paping blok.

“Tugas kami kedepan memikirkan bagaimana sampah itu bisa mendatangkan uang. Dengan demikian, masyarakat akan sadar bahwa, sampah itu bukan lagi barang yang menjijikkan,” tutupnya (TN-03)

Exit mobile version