Risih, Masyarakat Batunyala Ancam Tutup Paksa Pabrik Bata Ringan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Merasa risih dan tidak di indahkan apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Kepala Desa Batunyala beserta semua Kepala Dusun, Banbinsa, Babinkantibmas dan Badan Keamanan Desa (BKD) menggelar pertemuan terkait rencana aksi penolakan dan penutupan paksa pabrik Bata Ringan milik PT. Lombok Mulya Jaya yang ada di Batunyala.

Kepala Desa Batunyala H. Zainudin menyampaikan, ada rencana penutupan oleh masyarakat itu menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat Batunyala lingkar pabrik yang terdampak polusi asep dan suara bising yang di timbulkan pabrik.

“Banyak masyarakat lingkar pabrik yang mengadukan permasalahan ini ke kantor Desa. Dasar itu kita sikapi dengan serius, bila perlu kita tutup paksa pabrik itu kalau tidak mengindahkan keluhan masyarakat,” ungkapnya Jum’at (13/12).

Purnawirawan TNI AD itu mengaku, sebenarnya pihak Dinas Lingkungan Hidup Loteng (DLH) sudah turun ke lokasi pabrik untuk menguji polusi, asap dan limbah pabrik itu. Akan tetapi, sampai hari ini belum ada kejelasan hasil uji pihak DLH.

“Kita tidak tahu apa hasil uji Dinas Lingkungan Hidup Loteng, karena tidak pernah disampaikan ke masyarakat. Apakah berbahaya atau tidak, terlebih menyangkut kebisingan ditimbulkan suara pabrik,” kata dia.

Salah seorang guru Madrasah Ibtidakiyah (MI) Nurussabah yakni Turmuzi
mengkhawatirkan kesehatan anak didiknya yang setiap hari menghirup udara tidak segar yang timbul pabrik. Malah, siswa-siswi seakan susah bernapas, parahnya lagi muntah dan pusing.

“Akibat keberadaan pabrik itu, proses belajar mengajar di sekolah sangat tergangu. Jika terus tejadi seperti ini, tentu siswa siswi tidak fokus belajar karena susah bernapas,” cetus dia.

Disatu sisi, BPD Batunyala Muhammad sekaligus guru di MI itu mengaku kejadian tersebut berlangsung cukup lama dan sudah beberapa kali diprotes namun tidak di indahkan pihak perusahaan.

“Kami sudah geram ulah pihak perusahaan yang tidak mengindahkan nasib masyarakat. Padahal sudah sering kita layangkan protes, jika peringatan terakhir ini tidak direspon maka, maka kami akan tutup paksa,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi. (TN-03)

Related Articles

Back to top button