Ekonomi

Pan Brothers Group Bangun Pabrik Minyak Kayu Putih di Bima NTB

Bima, Talikanews.com – Anak perusahaan dari Pan Brothers Group yakni PT Sanggar Agro Karya Persada bangun pabrik minyak kayu putih di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Perusahaan tersebut melakukan panen perdana daun kayu putih dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada , Kamis (12/12). Usai panen, sapaan Dr Zul itu melihat proses pembuatan mulai dari panen di pohon hingga menjadi minyak kayu putih yang siap dipasarkan.

“Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih di kaki gunung Tambora ,” ungkapnya.

Dikatakan Dr Zul, bicara industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan hadirnya industri ini, akan menambah kepercayaan diri masyarakat NTB. Hadirnya industri ini dapat memberikan manfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan.

“Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanamannya ini tumbuh bagus, kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya,” kata dia.

Keberadaan industri ini juga akan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sejahtera maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat.

Ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjamin sumber daya manusia (SDM) yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut. Hal ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar.

“Tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini,” jelasnya.

Direktur PT. Sanggar Agro Karya Persada Jimmy Sumitro memaparkan, pabrik minyak kayu putih ini telah dilengkapi mesin penyulingan yang modern. Sehingga, dalam sehari, kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton.

Baca juga:  Hasil Produksi Industrialisasi Pakan Ternak NTB Diharapkan Tembus Australia

Dari 60 ton itu, dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton. Kalau dinilaikan dengan uang, sekitar 300 juta per hari. Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton.

“Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5 ribu hektar. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektar,” jelasnya.

Untuk mendukung suplai bahan baku, pihaknya telah melakukan variasi tahun tanam sejak tahun 2016 hingga saat in. Hanya saja, bibitnya masih disuplai dari luar NTB. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!