Bupati Lombok Utara Bantah Bersekongkol soal Sengketa Lahan

Mataram, Talikanews.com – Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, H Najmul Akhyar membantah dirinya terlibat apalagi bersekongkol terkait sengketa lahan antara masyarakat dengan Dende Dewi Trisna.

“Namanya saja dugaan, boleh saja. Yang jelas, itu murni persoalan pribadi Dende dengan panitia pembangunan Pure,” ungkapnya di Mataram, Kamis (12/12).

Najmul menceritakan kronologis, saudara-saudara umat Hindu mau membangun tempat ibadah (Pura) dilahan itu ada milik Dende Dewi Trisna yang bersertifikat. Sehingga, dirinya berpendapat supaya uji keabsahan sertifikat tersebut apakah benar atau tidak, melalui pengadilan.

“Terus, dimana saya bersekongkol,” kata dia.

Dia mengaku bahwa peristiwa tersebut baru mencuat, sehingga mengarahkan supaya diselesaikan melalui jalur hukum.

Mengenai di isukan melarang umat Hindu beribadah, bagi Najmul, tidak pernah melarang siapapun beribadah, malah dirinya turun ke tempat ibadah untuk terus bersilaturahmi.

“Memang pernah saya layangkan surat ke panitia pembangunan Pura untuk menghentikan pembangunan sementara waktu akibat lahan masih bersengketa. Itu dilaksanakan karena sangat menyayangi umat Hindu, tidak ingin umat Hindu diganggu saat beribadah,” ujarnya.

Intinya, persoalan ini antara Dende dengan panitia pembangunan Pura. Dirinya juga memberi ruang kedua belah pihak untuk menyelesaikan, karena tidak ada kepentingan berpihak kesiapapun kecuali berpihak ke yang benar, malah sudah dimediasi melalui Kerukunan Umat Beragama.

“Mengenai yang demo, jelas nanti kita pertemukan. Bupati dan Dewan akan mediasi,” cetusnya.

Soal dewan mau bentuk panitia khusus (Pansus). Najmul tidak persoalkan karena hak dewan bentuk Pansus jika dianggap penting dan dirinya siap untuk hadir berikan penjelasan. (TN-red)

Related Articles

Back to top button