Politik

Bawaslu NTB Libatkan Budayawan dalam Pengawasan Pilkada 2020

Mataram, Talikanews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB, terus melakukan pendekatan kepada masyarakat menjelang Pilkada 2020.

Sebelumnya Bawaslu gencar gelar workshop yang melibatkan kaum milenial, tokoh masyarakat, tokoh Agama. Workshop kali ini mengangkat tema pengawasan berbasis kebudayaan yang melibatkan para budayawan.

Salah seorang Budayawan, Sadarudin mengapresiasi langkah Bawaslu yang melibatkan semua elemen dalam pengawasan Pemilu tahun 2020 mendatang. Oleh sebab itu, dirinya berharap supaya pemimpin yang akan dipilih masyarakat kedepan mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan daerah

“Pilihlah pemimpin yang bawa angin kesejukan,” ungkapnya, Selasa (10/12).

Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid menyampaikan, kegiatan ini selain melibatkan kaum milenial, tokoh masyarakat, kelompok budayawan dan ada kelompok keagamaan.

“Sangat disadari bahwa tahapan pemilu melibatkan semua elemen, baik penyelenggara maupun kontestan. Mari jaga dan jamin atas hak konstitusional pemilih,” kata dia.

Khuwailid mengaku, dirinya membuka gagasan sederhana yakni Kampung pengawasan, bukan desa, kalaupun ada desa anti politik uang, desa anti politisasi sara. Dimana, Kampung pengawasan ini dihajatkan sebagai ruang belajar, tempat praktek para generasi tentang tata cara pengawasan pemilu.

“Pemilu itu mendasar bagi warga negara Sehingga harus berbasis konsep, ruang itulah yang kita gagas. Saya ingin pembentukan Kampung pengawasan merupakan hasil proses,” ujarnya.

Ini semua lanjutnya karena, banyak orang berbuat baik di dasari kepentingan bukan kesadaran.

“Disatu sisi bergerak maju, disisi lain mundur,” cetus dia.

Begitu halnya dengan Budayawan yakni Lalu Agus Fathurrahman. Dirinya berpesan kepada masyarakat supaya tidak membayangkan pemilu ini adalah yang dipilih saja melainkan yang memilih juga.” Pilihan itu merupakan cerminan yang memilih. Oleh sebab itu, jika salah dipilih maka akan berdampak pada kemajuan daerah kita,” terang dia sembari mengatakan, pemilih saat ini sudah mulai cerdas, kalaupun ditawari uang, malah pemilih hanya mengambil uangnya saja, namun pilihan berdasarkan hati nurani. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button