Hukum & Kriminal

Ganja Yang Ditangkap BNNP NTB Diduga Akan Diedarkan ke Tempat Wisata

Mataram, Talikanews.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat mendalami dugaan peredaran Ganja sebanyak 15 Kg yang di amankan di Terminal Mandalika, Mataram pada Minggu (1/12).

Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra membenarkan ada penangkapan diduga bandar ganja lintas provinsi di Terminal Mandalika.

Dimana, pelaku inisial MI asal Jakarta, sudah lama menjadi incaran, membawa ganja seberat 15 Kg dari Jakarta menuju Bima menggunakan salah satu Bus. Setiba di Terminal, dijemput inisial Z dan I menggunakan mobil warna Merah.

Begitu, MI turun membawa Koper berisi Ganja, petugas bidang pemberantasan pada BNNP NTB langsung membekuk hingga pelaku tidak berkutik dan di amankan ke BNNP.

“Betul ada penangkapan jaringan dari Jakarta-Bima, penyelidikan cukup lama, ketika akan pturunkan BB di Terminal yang disambut temannya inisial Z dan I gunakan mobil merah, langsung ditangkap,” ungkapnya Senin (2/12).

Sugianyar menjelaskan, M ini merupakan
warga Johar Baru Jakarta Pusat, sedangkan yang menjemput inisial Z merupakan warga Dasan Agung Mataram dan I warga Sesela Gunungsari. Terhadap tersangka, masih proses penyelidikan, terlebih kakak kandung tersangka, saat ini masih mendekam di Lapas Mataram dengan kasus sama yakni pengedar dan penjual yang dihukum 12 tahun penjara.

“Ganja segmennya lain, apakah sasar daerah pariwisata atau tidak, masih diselidiki. Kami juga masih kembangkan, apakah ada kaitannya dengan kakaknya yang di LP Mataram atau tidak,” kata dia.

Dia mengaku, penangkapan itu murni hasil bidang pemberantasan bukan gabungan.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP NTB, AKBP Denny Priyadi menyebut, setiap akhir tahun BNNP NTB selalu tingkatkan kewaspadaan akan pengedaran barang haram tersebut terlebih dibeberapa tempat wisata yang terindikasi penggunaan ganja dan narkoba banyak.

Khusus hasil penangkapan pada Minggu (1/12) itu sebanyak 15 Kg di Terminal Mandalika Mataram, kalau di nilaikan harganya sekitar Rp 8 juta per kilogram, total sekitar Rp 120 juta.

Terhadap tersangka, di ancam Pasal 114 (2) jo 132 (1) atau pasal 111 (2) jo. Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman Pidana Mati, Pidana Penjara Seumur
Hidup, Pidana Penjara minimal 6
Tahun, maksimal 20 Tahun dan Denda Minimal 1 Miliar , maksimal 10 Miliar.

“Barang Bukti 15 Kg Ganja kering, satu unit mobil, sudah kita amankan,” tutupnya.

Sebelumnya beredar informasi bahwa tim Gabungan Badan Narkotika Nasional Mataram, meringkus 4 (Empat) orang diduga sebagai bandar Ganja lintas Provinsi di Terminal Mandalika Lombok pada Minggu 1 Desember 2019 pukul 19.30 wita. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button