Daerah

Akses Jalan Peruak Naga Talonang rusak, AMNT Turun Tangan

Sumbawa Barat, Talikanews.com – Ruas jalan Peruak Naga yang merupakan akses utama distribusi ekonomi bagi masyarakat di wilayah Sumbawa bagian Selatan dan Sumbawa Barat rusak parah akibat longsor dan erosi tanah pada akhir tahun 2018 lalu. Namun, sejak tanggal 1 Desember 2019 akses jalan tersebut kembali normal setelah perusahaan tambang Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) turun tangan memperbaikinya.

“Sekitar 10 bulan lalu jalan ini mengalami longsor yang cukup dalam karena curah hujan tinggi. Alhamdullilah sekarang jalannya sudah diperbaiki oleh Amman Mineral. Kami bersyukur jalan ini sudah diperbaiki dan berharap tidak terjadi lagi longsor seperti tahun lalu,” ungkap Camat Sekongkang, Syaripuddin, Minggu (1/12).

Syarifuddin menjelaskan, saat itu jalannya memang rusak parah, kendaraan roda empat tidak bisa lewat, hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat, dan itu pun harus hati-hati karena kondisinya sangat berbahaya. Namun saat ini, akses tersebut kembali normal berkat kerjasama Amman Mineral.

Dia mengaku, sebelumnya, ruas jalan tersebut hanya berfungsi sekitar 20 persen karena mengalami longsor sepanjang 40 meter dan kedalaman 20 meter akibat cuaca dan curah hujan tinggi pada tahun 2018. Minimnya fungsi ruas jalan tersebut sempat berdampak pada terganggunya transportasi dari dan ke Desa Talonang, serta aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Perbaikan ruas jalan Tanjakan Naga di Desa Talonang, Kecamatan Sekongkang, menjadi salah satu program tanggung jawab sosial Amman Mineral di bidang infrastruktur pada tahun 2019.

“Perbaikan jalan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan April yang lalu. Penanganan secara permanen oleh pemerintah memerlukan proses dan waktu yang belum bisa ditentukan, sehingga kami mengambil inisiatif untuk membantu dalam penanganan darurat agar jalan tersebut dapat tersambung dan segera dapat dilalui dengan aman. Selanjutnya untuk penyempurnaan jalan dan pemeliharaannya kami serahkan kepada pemerintah,” kata Syarafuddin Jarot, Senior Manager Tanggung Jawab Sosial Amman Mineral.

Syarafuddin Jarot menambahkan, “Amman Mineral tetap berkomitmen untuk melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama dengan pemerintah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Selama 3 tahun keberadaan Amman Mineral, perusahaan telah menjalankan beberapa program PPM sambil terus melakukan kajian terhadap efektivitas dan kesinambungan program guna memastikan setiap program dapat memberikan manfaat dan menjadi katalisator ekonomi lokal.”

Tentang Amman Mineral Nusa Tenggara

Amman Mineral mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau merupakan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang dikelola dengan senantiasa memastikan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.

Pada Maret 2019, Amman Mineral meraih penghargaan Emas untuk kategori Tanggung Jawab Sosial subkategori Community Development and Sustainability dalam ajang “Public Relations Indonesia Awards” 2019 di Bandung.

Ditahun yang sama, yakni pada April 2019 perusahaan juga meraih 2 penghargaan sekaligus dalam “The 11th Asian Global CSR Summit and Good Governance Awards, yaitu penghargaan Platinum untuk kategori “Best Corporate Communications & Investor Relations (IR) Category” dan penghargaan Silver untuk kategori “Best Environmental Excellence Award” di Serawak, Malaysia, pada 4 April 2019

Amman Mineral telah 7 kali memperoleh peringkat PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). PROPER Peringkat Hijau diberikan pada setiap perusahaan yang kinerjanya dinilai melebihi standar yang ditetapkan oleh KLHK atas berbagai aspek termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan dan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.(TN-red)

Related Articles

Back to top button