Politik

Serius Berkompetisi, Akhsanul Khalik Konsep Kota Mataram Colaborative Governance

Mataram, Talikanews.com – Eskalasi perpolitikan di Kota Mataram menjalang tahun 2020 semakin terlihat. Para bakal calon mulai bermunculan, baik dari kalangan masyarakat Sipil, Politisi bahkan kalangan Birokrasi menunjukkan keseriusan.

Terlihat dari salah satu calon Walikota Mataram, Akhsanul Khalik dari kalangan Birokrasi menyiapkan konsep Kota Mataram yang Colaborative Governance.

Kepada media, Kepala Pelaksanaan BPBD NTB ini menyampaikan, secara formal dirinya sudah mendaftar di empat partai seperti Partai Golkar, PPP, PAN dan Nasdem.

“Khusus Nasdem hanya melengkapi yang kurang yakni daftar riwayat hidup,” ungkapnya di Mataram, Sabtu (30/11)

Dia mengatakan, Maju sebagai bakal calon walikota Mataram tidak asal maju, hal ini melalui banyak pertimbangan, mulai dari pengalaman pernah berkarir sebagai Camat Cakranegara hampir 5 tahun. Kemudian menjabat Kepala Disnakertrans.

“Saya sudah pelajari kota Mataram sejak berdiri disebut kota administratif. Adapaun konsep yakni Kota Mataram Kolaboratif Government yang disebut pembangunan berkolaborasi dengan tokoh sebelumnya yang harus berkelanjutan, jika tidak maka masyarakat sengsara,” kata dia.

Sapaan AKA ini mengetahui kekurangan dan apa saja yang akan ditutupi dari pemimpin terdahulu. Dimana, yang lebih akan ditingkatkan kemudian yang kurang di mata masyarakat akan ditutupi.

Dia sudah menyiapkan visi misi Kota Mataram “Bersinar” yakni
(Bersih Sehat Indah Aman dan Religius). Jargon ini harus pro rakyat, elaborasikan pemerintahan dengan cara dikolaborasikan dengan OPD satu dengan yang lain. Contoh pengelolaan sampah, tinggal dikomunikasikan dengan OPD baik tingkat Provinsi dan Kabupaten lainnya. Selanjutnya, penataan taman agar masyarakat terlihat indah yang bernilai ekonomi.

“Aktor utama Colaborative Governance itu adalah masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Akhsanul Khalik menceritakan jargon Kota Mataram zaman kepemimpinan H Mas’ud yakni Kota Mataram Ibadah, zaman H Ruslan Jargonnya Kota Religius dan Walikota saat ini juga Kota Mataram Religius.

Dia menambahkan, mungkin banyak yang tidak memahami bahwa Kota Mataram ini etalase NTB, sehingga harus dikolaborasikan penanganan permasalahan dengan kabupaten/kota lainnya.

Bagaimana status ASN? Mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB ini siap mundur jika sudah pada waktunya.

“Soal survei internal pasti akan dilakukan, setelah turun bertemu masyarakat apakah masyarakat terima atau tidak sebagai bahan pertimbangan survei,” cetusnya.

Siapa calon wakil? Akhsanul Khalik tidak memberikan banyak syarat, cukup dua kunci yakni bisa berkomunikasi dan pahami kondisi Kota Mataram

“Iya mengenai wakil, harus yang memahami kondisi kota Mataram, entah dari kalangan apapun yang penting mampu melihat kemaslahatan masyarakat,” terang dia.

Koordinator Tim pemenangan, Ardani Anshori menegaskan bahwa, Akhsanul Khalik serius maju di Pilkada Kota Mataram, dibuktikan dari sudah mendaftar di Empat Partai.

“AKA ini siap merubah Kota Mataram Bersinar,” tutupnya (TN-04)

Related Articles

Back to top button