HUT NTB ke-61 “Nuansa Tanpa Batas” Tampilkan Pakaian Adat Lambung di Jakarta

Mataram, Talikanews.com – Sebelumnya, kegiatan Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Barat, hanya disambut biasa-biasa saja. Akan tetapi, pada kepemimpinan Dr Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah kali ini, HUT NTB bertemakan nuansa tanpa batas, akan tampilkan berbagai adat seperti pakaian asli Sasak disebut Lambung, kemudian budaya serta kreatifitas perempuan kreatif di Jakarta.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, menyampaikan, HUT NTB ke-61 yang jatuh tanggal 17 Desember mendatang akan dikemas berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana, beberapa item kegiatan rangkaian HUT sudah dimulai sejak awal November dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak masyarakat melalui Dinas Kesehatan Hewan.

“Untuk kegiatan nasional, tanggal 2 sampai 6 Desember mendatang, Pemprov NTB mendapatkan porsi besar memamerkan karya masyarakat di Jakarta dan langsung di buka wakil presiden KH Ma’ruf Amin,” ungkapnya Jum’at (29/11).

Selain itu, perayaan lainnya digelar di seluruh kabupaten/kota se-NTB, bertujuan masyarakat bisa ikut serta merayakan hari lahir pemerintah provinsi Bumi Gora ini. “Kalau kegiatan apel peringatan HUT NTB ke-61, tetap dilangsungkan di lapangan Bumi Gora kantor Gubernur NTB,” kata dia.

Disatu sisi, ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) NTB, Hj Bau Intan memaparkan rangkaian kegiatan HUT NTB yang akan dipamerkan di Jakarta itu meliputi fashion show, ada perempuan inspiratif indonesia didalamnya wakil gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Istri Gubernur NTB juga ketua Dekranasda, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan yang lainnya.

Dimana, Srikandi Niken dan Rohmi juga Hj Putu Selly Andayani akan menampilkan kuliner khas Lombok seperti Ayam Taliwang, Sate Pusuk, Sate Rembiga, Pelalah. Kemudian daur ulang sampah menjadi aksesoris siap pakai dan kesenian gamelan.

Ketua Harian Dekranasda NTB, Hj Putu Selly Andayani menjelaskan, untuk memeriahkan acara di Jakarta itu, Dinas Perdagangan akan menghadirkan Kriya yang terbaik merupakan karya Ibu Riana, dan Lamok dari bahan kerang dijadikan aksesoris bernilai tinggi.

“Ini nantinya akan kerjasama dengan BI, juga tampilkan fhasion show berpakaian muslim,” paparnya.

Untuk kegiatan di Lombok, nantinya akan gelar Lomba busana anak-anak formula dijadikan desainer berbahan kain tenun khas Lombok, langsung datangkan tim penilai dari Jakarta.

Selly menuturkan, sengaja tonjolkan kain tenun karena tidak ingin merugikan para penenun terlebih kain tenun sedang digaungkan di NTB, hal itu agar bisa tingkatkan kesejahteraan para penenun.

Sekretaris Wilayah IPEMI NTB, Ajeng Rosalinda menuturkan bahwa, pada pembukaan nuansa tanpa batas itu, seluruh peserta akan menggunakan pakaian lambung.

Hari pembukaan gunakan pakaian adat perempuan asli lombok disebut lambung. Ini semua bagian dari promosi daerah yang dikenal memiliki destinasi wisata luar biasa.

Langkah itu juga di dukung Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Selaku Sekretaris Dinas, Baiq Nelly Yuniarti memaparkan bahwa, Dinas Perdagangan, akan menghadirkan produk Sumbawa dan Bima), Industri, Pariwisata seperti desa wisata.

“NTB siap hadirkan karya terbaik, karena kita memiliki kehebatan yang harus di perlihatkan di mata dunia,” terang dia.

Ditambahkan Plt Dinas Perindustrian Hj Nuryanti, akan menampilkan industrialisasi seperti Gong yang sedang ditingkatkan pangsa pasar. “Intinya kita akan tampilkan karya masyarakat berupa industrialisasi berupa karya mesin dan lain sebagainya,” tutup Nuryanti.

Untuk diketahui, secara umum pakaian adat Sasak dibedakan menjadi dua, pakaian adat perempuan dan laki-laki. Pakaian adat Sasak bagi perempuan disebut Lambung. Yaitu baju hitam tanpa lengan dengan kerah berbentuk hurup “V” dan sedikit hiasan di bagian gigir baju. Pakaian ini menggunakan bahan kain pelung.

Pakaian adat Lombok ini merupakan salah satu daya tarik yang bisa di saksikan jika berlibur ke Lombok. Namun pada tanggal 2 sampai 6 Desember mendatang, pakaian adat asli Sasak ini bisa disaksikan langsung oleh masyarakat Jakarta di Jakarta yang mencerminkan adanya tradisi unik dari kehidupan suku sasak Lombok. (TN-red)

Related Articles

Back to top button