Pemprov NTB Tak Bertanggungjawab terhadap Rusaknya Kendaraan Hibah bagi Ormas

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, tak mau bertanggungjawab atas rusaknya hibah kendaraan dinas yang pernah diberikan kepada organisasi masyarakat.

Terlebih, ada kendaraan hibah rusak parah akibat kecelakaan di jalan baypass Tandek, Kecamatan Jonggat pada Sabtu (23/11).

Kepala Badan Kesbangpoldagri Provinsi NTB, H Muhammad Rum membenarkan kendaraan hibah yang mengalami kecelakaan itu merupakan milik LSM Kasta NTB yang sudah diserahkan kepada penerima hibah. Selanjutnya penerima hibah menanggung operasionalnya dan lainya.

“Kami belum dapat informasi penyebab kecelakaan, masih mencari tahu dulu. Yang jelas, menyangkut perbaikan, pemeliharaan merupakan tanggungjawab penerima hibah, tidak ada kaitannya lagi dengan pemerintah provinsi,” ungkapnya, Senin (25/11).

Mantan Kaban BPBD NTB itu kembali menegaskan, Pemprov dalam hal ini Bakesbangpoldagri selaku OPD pengadaan kendaraan tersebut tidak bertanggungjawab atas kerusakan kendaraan itu kata lain, tanggungjawab mutlak penerima hibah.

Dirinya berharap agar peruntukan kendaraan betul betul kepada hal yang positif dan produktif serta dapat digunakan dengan baik.

“Pelihara dengan baik agar dapat berfungsi sebagai penopang operasional organisasi,” kata dia.

Adapun nama organisasi masyarakat maupun Yayasan penerima kendaraan tersebut yakni Ponpes Nurul Muhsinin, Lombok Tengah berupa Avanza DR 1460 XX, kemudian Ormas Garda Sasak Bersatu jenis Grand Max DR 8298 XX, selanjutnya Pemuda Sasak berupa Terios DR 1551 J.

Untuk LSM Kasta NTB jenis Terios DR 1550 J, kemudian Ponpes Al-Assyariah
Terios DR 1552 J, selanjutnya Ponpes Al-Muslimun berupa Terios DR 1549 J.

Ponpes Barokat Al-Shaalatiyah NW mendapatkan kendaraan Grand Max DR 8229, kemudian LP IT Nurul Fikri menerima Luxio DR 1548 J, LP IT Ibnu Abbas jenis Luxio DR 1547 J dan PW Muhammadiyah NTB berupa Fortuner DR 1317 XX.

“Total anggaran pengadaan kendaraan yang bersumber dari Aspirasi DPRD NTB sebesar Rp.2.750.000.000, tahun anggaran 2019,” (TN-04)

Related Articles

Back to top button