Massa Santri-Santriwati pro Pergantian Nama Bandara Lombok kepung Kantor Bupati Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ratusan massa aksi yang pro pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZAM) kepung Kantor Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (21/11).

Massa dari kalangan Satri, Santriwati dan kalangan Sipil yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Lombok Tengah Bela Ulama Pahlawan Nasional berorasi di luar halaman kantor Tatas Tuhu Trasna .

Koordinator lapangan, Muhammad Himni dalam orasinya menyampaikan bahwa, kedatangan massa aksi ke kantor Bupati ini untuk sampaikan dukungan dan bela negara atas SK Menhub RI nomo 1421 tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara.

“Kedatangan kami untuk meminta Bupati Lombok Tengah supaya mendukung SK yang sudah di keluarkan Menhub RI tentang perubahan nama bandara,” ungkapnya.

Selain itu mereka juga menyampaikan 5 tuntutan kepada pemerintah kabupaten Lombok Tengah di antaranya,
1. Mendukung Pemerintah pusat untuk meresmikan nama bandra Internasional Lombok Menjadi BIZAM,
2. Hentikan segala bentuk penolakan terhadap keputusan dan kebijakan pemerintah pusat.
3. Hentikan eksploitasi Aparatur Sipil Negara ASN , Guru dan pemerintah Desa untuk kepentingan politik pribadi.
4. Hentikan pengunaan fasilitas Negara untuk melawan negara.
5. Hentikan politik adu domba antar Organisasi untuk kepentingan kekuasaan.

Sementara M Samsul Qomar selaku Koordinator umum menyayangkan dan merasa kecewa dengan Pemda Lombok Tengah yang tidak mau menerima massa aksi dan ribuan masa aksi pendukung perubahan nama bandara.

“Saya sangat kecewa dengan bupati yang tidak menerima kami ketika ingin menyampaikan aspirasi dan bela negara. Padahal ini merupakan suara rakyat bukan suara ASN yang seperti kemarin di gedung DPRD Provinsi,” sentilnya.

Oleh sebab itu, Qomar berjanji, mulai hari ini (Kamis) dirinya bersama rekan rekan yang pro pergantian nama BIL akan terus mengawal aspirasi masyarakat sampai ke pusat dan akan menyampaikan dukungan penuh kepada Kememterian Perhubungan RI.

“Dalam waktu dekat ini saya bersama tim akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan dukungan penuh kepada Menhub RI atas perubahan nama bandara Lombok,” kata Politisi Demokrat itu.

Dia mengancam lakukan aksi lebih besar jika aspirasinya tidak di dengar oleh pemerintah daerah Lombok Tengah.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada perwakilan dari pemerintah daerah yang menemui massa aksi . (TN-03)

Related Articles

Back to top button