Himasta : Jangan ada Perpecahan di NTB Lantaran Nama Bandara

Lombok Tengah, Talikanews.com – Himpunan Mahasiswa Tatas Tuhu Trsana berpesan kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat supaya jangan sampai terjadi perpecahan lantaran pergantian nama Bandara.

Ketua Umum Himasta, M. Asrihul Mawandi meminta meminta kepada Gubernur NTB dan Wakil Gubernur untuk bersikap tegas dan mengambil kebijakan supaya tidak mengganti nama bandara itu dengan alasan apapun.

Mawandi menyampaikan keinginan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk segera menyikapi perselisihan pendapat masyarakat. Karena, khawatir akan terajdi gesekan ditataran masyarakat bawah yang bisa menyebabkan konflik. Kedua, minta pemerintah pusat untuk cabut SK nomor 1421 tentang pergantian nama bandara, karena melihat situasi dan kondisi masyarakat, terjadi perselisihan pendapat.

“Jika Gubernur dan Wakil Gubernur tidak menanggapi hal tersebut, maka kami akan ambil tindakan refrensip,” ungkapnya Kamis (21/11).

Dia tetep berkomitmen untuk menjaga nama BIL atau LIA. Karena, pendapatnya, jika nama bandar udara tersebut akan dirubah, begitu banyak pertentangan seperti realita yang terjadi di NTB khususnya Lombok Tengah ada pro dan kontra beberapa hari terakhir.

“Adanya pergantian nama tersebut dikarenakan perbedaan sudut pandang. Ini dapat mengakibatkan perpecahan masyarakat NTB umumnya dan khususnya di Loteng,” kata dia

Bagi dia, Almagfurullah Zainudin Abdul Majid ini adalah ulama yang karismatik dan pendiri Nahdlatul Wathan (NW). Jika bandara itu disematkan nama Almagfurullah menurutnya sangat bagus. Akan tetapi, apakah “iya” petinggi daerah mengambil kebijakan tanpa musyawarah dengan masyarakat?.

Hal itu disampaikan karena, masyarakat yang lain juga memiliki “hak” yang sama untuk bersuara sebagai warga NTB.

“Kami minta Gubernur pertimbangkan ulang. Sebagai masyarakat juga akan kawal supaya nama BIL atau LIA tidak diganggu gugat,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button