Pasca Cecar PLN, Dewan NTB Keluarkan Rekomendasi

Mataram, Talikanews.com – Komisi IV DPRD NTB, mencecar Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah NTB terkait pemadaman listrik yang dianggapnya telah meresahkan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD NTB, Hasbullah Muis menuding bahwa ada dugaan pembiaran terhadap pemadaman listrik dilakukan oleh PLN.”Sudah tau akan ada pemeliharaan mesin pembangkit. Kenapa tidak siapkan langkah antisipasi agar pemadaman tidak terjadi seperti saat ini,” ungkapnya saat rapat kerja bersama PLN, Selasa (12/11).

Ditambah lagi Politisi Gerindra yakni, Sudirsah Sujanto. Dirinya ingin mengetahui apa saja persoalan yang terjadi di tataran PLN. Karena, kalau beralasan ada penambahan beban akibat penambahan pelanggan cukup signifikan setiap bulan 8000 – 9000 pelanggan mestinya dipertimbangkan.” Jangan pelanggan ini menyebabkan over kapasitas,” kata dia.

Politisi PDIP, H Ruslan Turmuzi justru kembali memaparkan alasan PLN defisit daya. Dimana, tahun 2017 secara terang-terangan PLN membeberkan surflus daya. Apa yang disampaikan saat itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini.

“Ini yang patut dipertanyakan, ada apa. Terus kenapa sekarang bilang defisit daya,” ujarnya.

Terkait pertanyaan para Komisi IV tersebut, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram, Dony Noor Gustiarsyah sebelumnya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan.

Dia menyatakan, PLN berkomitmen mempercepat operasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan pemeliharaan beberapa pembangkit sebagai upaya memenuhi kebutuhan daya listrik di Pulau Lombok.

Dalam kondisi normal, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 270 Megawatt (MW) dengan beban puncak mencapai 259 MW. Adanya pemeliharaan pembangkit dan menurunnya kemampuan beberapa PLTMH membuat daya mampu sistem kelistrikan Lombok saat ini hanya sebesar 223 MW, sehingga Lombok memiliki defisit daya listrik sebesar 36 MW.

Beberapa upaya yang dilakukan PLN untuk memenuhi kebutuhan daya listrik antara lain dengan mempercepat pengoperasian PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW. PLTMGU Lombok Peaker direncanakan dapat memperkuat sistem kelistrikan Lombok pada akhir Desember 2019. Selain itu PLN juga mempercepat proses pemeliharaan beberapa unit pembangkit yang ada di PLTD Ampenan dan PLTD Paokmotong yang saat ini sedang memasuki masa pemeliharaan.

“Pemeliharaan ini terpaksa kami lakukan untuk menghindari kerusakan yang akan menyebabkan pemadaman meluas. Kami akan berupaya maksimal, 24 jam lakukan pemeliharaan agar pembangkit yang ada bisa secepatnya kembali memasok listrik,” papar Dony.

Selain pemeliharaan lanjutnya, beberapa pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) juga tidak dapat beroperasi maksimal akibat menurunnya debit air. Pada saat normal, seluruh PLTMH dapat memasok daya hingga 8,5 MW, saat ini hanya mampu memasok daya listrik sebesar 3,5 MW. Terdapat penurunan daya mampu sebesar 5 MW.

Pertumbuhan penggunaan beban listrik di NTB pada beberapa bulan terakhir memang cukup signifikan. Pada bulan Januari 2019, beban hanya mencapai 225 MW, dan saat ini telah meningkat menjadi 259 MW. Naik sebesar 34 MW dalam kurun waktu 10 bulan.

“Kami mohon masyarakat untuk sementara waktu dapat bijak menggunakan listrik untuk mengurangi pemadaman. Kami juga mohon doa agar seluruh proses yang kami lakukan untuk menormalkan sistem kelistrikan Lombok dapat berjalan lancar,” tutup Dony.

Atas penjelasan PLN tersebut, Ketua Komisi IV DPRD NTB, H Ahmad Puaddi merangkum hasil pertemuan dan membuat rekomendasi untuk PLN. Adapun rekomendasi tersebut bahwa ingin langkah konkrit dari PLN terkait pemadaman, kemudian Dewan minta PLN buat pengumuman wilayah mana saja terjadi pemadaman, terakhir jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.

“Kami gelar rapat kerja ini bukan keinginan sendiri melainkan atas dasar keluhan masyarakat,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button