PLN NTB Minta Maaf Atas Pemadaman Listrik, Ini Penyebabnya

Foto: Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo (tengah)

Mataram, Talikanews.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menjawab keluhan masyarakat sekiligus meminta maaf terkait pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo menjelaskan, pemadaman tersebut bukan disengaja. Namun, karena terjadi pertumbuhan beban khususnya di Pulau Lombok yang cukup siginifikan. Hal itu terlihat pada bulan Januari 2019 kemampuan daya 225 Megawatt (MW), meningkat menjadi 259 MW pada bulan Oktober kemarin.

“Daya mampu pembangkit sistem kelistrikan Lombok saat normalnya sebesar 270 MW. Artinya, kita masih kekurangan daya 45 MW saat beban puncak,” ungkapnya Senin (11/11).

Taufik menjelaskan, penyebab pemadaman lampu yakni, terjadi pemeliharaan PLTD Ampenan dan PLTD Paokmotong total daya sebesar 17 MW. Kemudian pemeliharaan PLTU Jeranjang Unit 1 daya sebesar 25 MW. Tidak hanya itu, turunnya debit air menyebabkan PLTMH yang ada di Pulau Lombok tidak bisa beroperasi maksimal.
Dimana, kemampuan supley daya dari PLTMH itu sebesar 8,5 Megawatt, karena debit air kurang sehingga kemampuan memasok daya sekarang sebesar 3,5 Megawatt.

“Pada saat normal seluruh PLTMH dapat memasok daya hingga 8,5 MW, saat ini hanya 3,5 MW. Penurunan daya mampu sebesar 5 MW,” kata dia

Taufik menambahkan, total daya mampu saat ini sebesar 223 MW, sehingga terdapat defisit beban sebesar 36 MW.

Adapun langkah-langkah yang sedang dilakukan PLN untuk mengatasi supaya tidak lagi terjadi pemadaman akibat defisit daya yakni, percepatan pemeliharaan pembangkit. Dimana di estimasikan selesai pada akhir Desember.

Selanjutnya percepatan pengoperasian PLTMGU Lombok Peaker yang saat ini dalam tahap uji coba. Pembangkit direncanakan dapat beroperasi pada akhir Desember 2019 paling lambat awal Januari 2020.

Tidak hanya itu saja, percepatan Operasional PLTU Jeranjang Unit 2 yang saat ini dalam tahap uji coba. Ditargetkan beroperasi pada Februari 2020.

“Kondisi sistem kelistrikan Lombok akan kembali normal pada akhir Desember 2019,” cetusnya.

Disinggung soal kompensasi bagi pelanggan atas pemadaman? Taufik menjelaskan, tetap ada kompensasi tersebut yang diatur dalam pembayaran.

“Sudah dihitung, dan ada cara penghitungan,” tutupnya sembari meminta maaf atas kondisi yang terjadi saat ini. (TN-04)

Related Articles

Back to top button