
Mataram, Talikanews.com – Layanan aduan NTB Care yang dibentuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Oktober 2019 saja sudah terima 38 pengaduan dari masyarakat. Didalamnya keluhan soal banyaknya sampai di pantai Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur.
Pelaksana tugas Dinas Komunikasi Informatika Statistik provinsi NTB I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH membenarkan bahwa adapun yang masuk sampai akhir bulan oktober ini, sudah hampir 38 diterima melalui layanan aduan NTB Care.
Aryadi menjelaskan, sejumlah aduan masih berkutat di sektor yang sama seperti bulan sebelumnya, seperti persoalan Air bersih, sampah, layanan publik serta masalah yang akhir – akhir ini menyedot perhatian yakni tentang kenaikan harga semen.
Sejauh ini, aduan masyarakat terkait kenaikan harga semen telah direspon cepat oleh pemerintah daerah, melalui Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama disperindag Kabupaten/Kota telah melakukan sinergi untuk mengantisipasi dan mencari solusi tepat untuk masalah hal tersebut, termasuk melakukan operasi pasar.
Seperti diketahui lanjut mantan Irbansus inspektorat Provinsi NTB, belum lama ini Disperindag NTB telah melakukan operasi pasar bersama distributor semen se pulau Lombok, tujuannya memastikan harga semen dapat dijangkau warga dan juga untuk menstabilkan harga, misalnya saja di Kabupaten Lombok Utara pada hari selasa (12/10).
“Dimana, telah dilakukan opersi pasar bentuk upaya menjawab keluhan masyrakat, disisi lain warga juga sangat membutuhkan semen, digunakan membangun rumah pasca gempa,” ungkapnya Rabu (23/10).
Aduan selanjutnya datang dari ujung timur Lombok, tentang sampah yang berserakan di area pantai Labuhan Haji Lombok Timur.
Warga meminta pihak berwenang dalam hal ini Pemda Lotim melakukan pengawasan dan tindakan tegas terhadap oknum tak bertanggung jawab yang sengaja membuang sampah diarea pantai.
Terlebih saat ini, pantai Labuhan Haji dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari andalan bagi warga di wilayah Lombok Timur, maka dari itu dibutuhkan perhatian khusus terkait permasalahan sampah tersebut.
Selanjutnya, di wilayah Kabupaten Lombok Barat, warga menginginkan adanya perhatian dari pemerintah untuk kaum muda setempat, dalam hal ini warga meminta agar pemerintah memberikan ruang dan kesempatan hingga memfasilitasi kelompok/komunitas muda berbentuk program kegiatan untuk mengembangkan kemampuan diri, potensi ataupun kreatifitas agar lebih produktif di usia emas mereka.
Gde Putu Aryadi mengatakan bahwa, saat ini pihaknya sedang mendesain fitur platform berbasis laman daring (website) yang terintegrasi langsung di website resmi dikominfotik NTB, yang tujuannya untuk menampung kreatifitas komunitas atau kaum muda NTB, Khususnya di bidang penulisan.
Saat ini sedang dirancang satu tools portal berita di website resmi bertajuk
“Jurnalisme Warga dan Millenial” yang nantinya akan difungsikan untuk menampung karya terbaik dari putra putri NTB berbentuk tulisan,” jelas aryadi.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya penambahan tools/layanan menu ini, diharapkan anak muda NTB dimanapun berada dapat menginformasikan apapun termasuk progres pembangunan NTB, bahkan mereka juga dapat mengabarkan kemajuan, inovasi, kreatifitas,ataupun potensi desa mereka sendiri,” tutupnya (TN-04)