Status Tanggap Darurat Kekeringan, BPBD Loteng Ajak Warga Shalat minta Hujan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda kekeringan sehingga ditetapkan status tanggap darurat kekeringan. Hal itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengajak masyarakat menggelar shalat minta diturunkan hujan (Istisqa).
Kepala BPBD Lombok Tengah Dr.H Muhammad menyampaikan, musim kemarau tahun ini di prediksi akan lebih panjang dan ekstrim, jika di bandingkan tahun lalu. Karena, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan hingga bulan November mendatang.
“Ini alasan kita mengajak masyarakat untuk menggelar shalat minta diturunkan hujan,” ungkap Senin (21/10).
Muhammad mengaku, sebagian besar masyarakat di Lombok Tengah kesulitan mendapatkan air bersih. Hal itu membuat tim kesulitan dalam pendistribusian air bersih akibat banyaknya permintaan. Sementara sumber air yang ada di Gerunung Kecamatan Praya lokasi biasa BPBD ambil air saat ini debitnya sudah menyusut.
“Kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk di droping ke masing-masing desa akibat banyaknya permintaan,” kata dia.
Ada bantuan air bersih dari BPBD Provinsi sebanyak 939 tangki. Namun di nilai belum cukup untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, BPBD Loteng ambil langkah bersurat ke pemerintah pusat meminta tambahan bantuan.
“Saya rasa bantuan dari BPBD Provinsi itu tidak mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat sampai musim penghujan tiba. Itulah sebabnya kami akan melaksanakannya salat minta diturunkan hujan. Namun, soal kapan digelar, tunggu arahan Bupati,” tutupnya. (TN-03)





