Semua Calon Sekda Baik, Gubernur: Tunggu Hasilnya Pansel

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menghadiri diskusi yang digwkar Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 bertajuk “Sekda NTB Idola”.

Diskusi tersebut dihadiri sejumlah tokoh juga Lembaga Swadaya Masyarakat seperti, Lesa Demarkasi Hasan Masat, Anggota DPRD NTB Ruslan Turmuzi, Aktivis PMII Lombok Timur Taufik Hidayat , Aktivis SUAKA , Bustomi Taifuri.

Pada kesempatan itu, Gubernur sapaan Dr Zul mengaku sangat mengenal baik Lima calon Sekda. Kendati demikian, dia berharap melalui diskusi, gubernur mendapat informasi tambahan soal calon Sekda.

“Walaupun gini-gini gubernur punya peran menentukan Sekda. Lima calonnya hebat-hebat. Tapi saya perlu mendengar informasi dari teman-teman,” katanya.

Gubernur berharap Sekda NTB ke depan dapat sejalan dengan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Saya butuh Sekda minimal orang yang tidak punya agenda seakan sibukkan dirinya, harus sejalan dengan program gubernur. Semua orang saya kenal baik dan semua bisa kerjasama,” ungkapan Kamis malam (18/10) di De-Lima Caffe.

Dia mengatakan, tidak salah ketika mendengar pendapat, masukan dari berbagai elemen sebelum mengambil berputar karena sebagai manusia biasa mendengarkan saran dan pendapat dalam proses mengambil keputusan.

Karena seorang Sekda itu harus mengerti apa saja yang dibutuhkan oleh gubernur. Dikala gubernur sedang tidak berada ditempat, Sekda setidak mampu menjaga program supaya berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Semua calon sekda itu saya kenal baik, namun butuh masukan sambil menunggu hasil panitia seleksi,” kata dia.

Ditegaskan politisi PKS itu, Sekda itu merupakan jabatan biasa saja, tidak bisa mengalahkan gubernur karena bisa diganti tergantung gubernur dan menentukan kepala Birokrasi itu tidak bisa ditentukan dengan cara tergesa-gesa.

“Setelah Pansel serahkan hasilnya, kita akan kirim ke Mendagri. Yang jelas ada masukan dan pertimbangan dari gubernur,” ujarnya.

Menurut Dr Zul, siapapun yang menjabat Sekda nantinya harus mempunyai kerendahan hati dan rela berkorbanan. Terhadap para OPD, siapapun Sekda kalau kepala OPD hebat, maka tidak berpengaruh.

“Tidak ada deal dari siapapun saat mencalonkan diri sebagai Gubernur 2018. Terhadap mutasi kepala OPD tahun pertama, kami mempunyai pola skore dan sedang bangun balance skor yang dilihat dari hasil penilaian objektif. Jika dalam raport kepala OPD 1,2 dan 3 merah jelas ganti saja tanpa berfikir dari organisasi manapun,” tegas dia.

Terkait hal itu, masukan masuk dari Direktur Lensa Demarkasi, Hasan Masat. Dia mengatakan, panitia seleksi (Pansel) calon Sekda NTB harus bekerja dengan profesional. Dia berharap Pansel tidak memilih Sekda berdasarkan keterwakilan wilayah.

“Pansel jangan sampai karena keterwakilan wilayah memilih Sekda. Saya berharap Pansel dan Gubernur jangan sampai Sekda itu keterwakilan,” ucapnya.

Dia berharap agar pendapat publik dapat didengar untuk memberikan masukan terkait calon Sekda.

“Pendapat umum harus diberikan ruang siapa figur yang tepat. Figur penting dan saya berharap nantinya gubernur bijaksana memilih yang memiliki fungsi pelayanan dan reformasi birokrasi,” ungkapnya.

Anggota Dewan Pendiri Mi6 , Hendra Kesumah membuka acara diskusi kamisan mengatakan Mi6 mengapresiasi keterbukaan dan demokratisasi di era pemerintahan ZulRohmi termasuk membuka diskursus tentang Pemilihan Sekda NTB. Ada fenomena baru dalam pemilihan Sekda NTB ada keterlibatan masyarakat memberikan masukan terkait Sekda NTB yang baik .

“Mi6 mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan atensi Pak Gubernur NTB yang bersedia hadir mendengarkan masukan dalam forum Kamisan ini,” kata Hendra.

Dalam diskusi yang dipimpin Ahmad SH tersebut dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis, politisi hingga awak media.

Taufik Hidayat, Perwakilan KNPI Lombok Timur, dalam diskusinya mengatakan sepakat jika Pansel tidak mendukung calon berdasarkan kewilayahan, namun dia juga meminta Pansel tidak mendukung Sekda berbasis organisasi kemasyarakatan.

“Sekda ini pejabat administratif yang sekiranya mengakomodir pelayanan publik di NTB. Melihat Sekda tidak hanya melihat wilayah, tapi perlu dicermati jangan juga Sekda dilihat dari perspektif Ormas. Kita sepakat lima tokoh adalah orang hebat dan baik,” terangnya.

Opik sapaan akrabnya secara terang menyebut nama calon yang dijagokan, yaitu Assisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah.

“Ridwansyah ASN senior dan saya yakini mampu bisa jadi bawahan dan mengartikulasikan kepentingan daerah, tentunya NTB gemilang dapat diraih dengan cepat,” ungkapnya.

Bustomi Taifuri dari LSM Suaka, dalam diskusinya memberikan kritikan pada pemerintahan Zul-Rohmi. Beberapa catatan kritiknya dilontarkan langsung di hadapan Zulkieflimansyah.

“Di kepemimpinan gubernur saat ini saya lihat compang-camping dalam perjalanan, misalnya memburuk eksekutif dan legislatif, kurang baiknya hubungan pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Tengah. Kemudian ada beberapa persoalan seperti KEK. Apalagi penilaian Ombudsman soal maladministrasi,” cetusnya.

Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP, Ruslan Turmudzi, lebih bersikap netral dalam menyikapi eforia pemilihan Sekda. Dia menyadari penentuan Sekda tidak dapat diintervensi.

“Saya lihat ada Pansel di luar Pansel. Saya selaku anggota DPRD Fraksi PDIP tidak akan meminta karena saya dulu bukan pendukung Pak Gubernur,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan pemilihan Sekda bukan merupakan hak prerogatif gubernur. Melainkan pemerintah pusat.

“Pansel akan mengusulkan tiga orang, tentu yang terbaik dari lima orang. Tapi hati-hati ini bukan hak prerogatif gubernur. Gubernur akan usulkan ke Mendagri. Mungkin Mendagri akan diganti karena sebentar lagi presiden akan dilantik,” ungkapnya.

Ruslan menegaskan, lima cakon Sekda memang figur pejabat yang berkompeten. Namin hal ini tidak menafikan kiprah mereka masing-masing.

Ia sempat menyebut dua nama yakni Dr H Iswandi dan H Ridwansyah. Dua figur ini menurutnya punya nilai lebih. Iswandi yang saat ini Penjabat Sekda dinilai punya kontribusi dalam pembangunan NTB, meski hanya sebagas pejabat sementara.

“Iswandi ibaratnya sudah berdarah-darah. Hal ini tentu akan jadi pertimbangan juga,” kata Ruslan.

Wakil Direktur M16, Nasib Ikroman, mengkritisi seorang senior dalam dunia politik yang ikut bermain dalam politik NTB masa kini. Meskipun dia tidak menyebut siapa yang dikritisi, namun Achip sapaan akrabnya merasa keterlibatan seorang senior dalam dunia politik justru merusak iklim politik dan demokrasi di NTB.

“Visi Sekda bagaimana sukseskan visi gubernur. Sehingga saya pikir yang mendukung Sekda agak gak masuk, cuma satu hal yang saya keberatan, kok ada orang yang sudah lama pensiun kok ikut buka lapak. Saingan dengan yang lain, itu agak mengganggu kita sebagai generasi saat ini,” jelasnya.

Sementara, tokoh pemuda NW, yang juga menjadi sahabat sejati gubernur, Fihiruddin, dengan tegas mendukung Iswandi sebagai Sekda NTB.

“Saya adalah orang paling dekat dengan Gubernur. Kita mengkritisi gubernur bukan kita benci, tapi kita cinta,” ujarnya.

“Lima calon Sekda putra-putri terbaik NTB, terlepas dari masalalu. Saya yakini apa yang dilakukan Pansel berjalan baik. Saya satu-satunya orang yang mendukung Iswandi. Saya menitip Pak Iswandi sama gubernur,” katanya. (TN-04)

Exit mobile version