Kemenlu Australia Akan Kembangkan PAUD HI di Lombok Utara

Lombok Utara, Talikanews.com – Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, H Najmul Akhyar menerima kunjungan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan, Australia.

Kunjungan itu membahas terkait pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) antara kedua bela pihak, perwakilan Kemenlu Australia Silverius Tasman Muda menjelaskan bahwa Save The Children mendapat pendanaan dari kementerian luar negeri dan perdagangan Auatralia.

Dimana, kunjungan itu juga sekaligus memonitoring kegiatan pengembangan PAUD HI yang diterapkan di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Untuk diketahui, Save The Children, sebuah organisasi non pemerintah internasional dari Australia yang bergerak dalam bidang promosi hak-hak anak, penyediaan bantuan dan membantu mendukung anak-anak di negara-negara berkembang.

Sehari sebelumnya, rombongan Kemenlu Australia melakukan peninjauan pelaksanaan program Save The Children dengan meninjau beberapa PAUD di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan.

Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, memaparkan parameter kegiatan yang dilakukan oleh Save The Children di KLU.

“Alhamdulillah selama ini kerja sama yang dibangun oleh Pemkab Lombok Utara dengan pemerintah Australia melalui Save The Children telah memberikan dampak bagus terhadap perkembangan PAUD HI dengan pendampingan yang lakukan selama ini di Lombok Utara,” ungkapnya Rabu (16/10).

Selain itu, telah memberikan semangat kepada PAUD terlebih pascabencana Gempa Bumi tahun 2018, tetap eksis melaksanakan pembelajaran dengan konsep bermain. Ada juga program transisi dilakukan dalam rangka pemberian pendampingan pada saat Lombok Utara diguncang gempa 2018. Dengan melihat kondisi PAUD di KLU yang masih darurat.

“Save The Children memberikan pendampingan transisi pada beberapa lembaga PAUD,” kata dia.

Terkait banyaknya NGO yang melirik karena kondisi KLU pasca gempa, Bupati Najmul menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada stakeholders yang telah berjasa membantu pendidikan KLU bangkit dari keadaan.

Dirinya mendukung pemulihan kegiatan pendidikan dengan menyiapkan dana pendampingan. Langkah ini diambil lantaran tak mungkin Pemda hanya mengandalkan orang untuk melakukan recovery Lombok Utara.

“Contoh INOVASI, kita siapkan dana pendampingan walau dana ini tidak sebanyak yang mereka keluarkan untuk kita. Setidak-tidaknya kita menunjukkan kepedulian kita bahwa kita tidak membiarkan orang lain sendiri yang melakukan upaya recovery terhadap daerah ini,” kata dia.

Perwakilan Save The Children, Silverius Tasman Muda mengatakan, sejak tahun 2017 sampai 2019 pihaknya telah melaksanakan program gema literasi yaitu inovasi dengan kegiatan meningkatkan kapasitas para guru dan memperbanyak buku bacaan pada 2018.

Saat ini, pihaknya mengimplementasikan program transisi dengan tujuan mempersiapkan anak-anak supaya lebih siap menuju pendidikan dasar. Program ini yang dilaksanakan lebih spesifik untuk PAUD. Kegiatan yang dilakukan fokus pada upaya meningkatkan kapasitas guru PAUD, layanan kesehatan, dan perlindungan anak.

“Sekarang kami itu implementasi program transisi tujuannya untuk mempersiapkan anak-anak supaya lebih siap menuju pendidikan dasar. Ada juga program peningkatan kapasitas guru PAUD, layanan kesehatan dan perlindungan anak,” ujar dia.

Bahkan, Perwakilan Save the Children Indonesia program Save The Children direncanakan selama 4 tahun mulai 2018 sampai 2021 yang fokud mendampingi 30 PAUD di KLU.

Bunda PAUD KLU Hj. Rohani Najmul Akhyar, menuturkan, pendampingan Save The Children di Lombok Utara pada awalnya ada 60 PAUD, tetapi pelaksana program hanya mendampingi 30 PAUD. Ia menginginkan di setiap kecamatan didampingi baik oleh Save The Children maupun yang pihak yang lainnya. Pasalnya Save The Children hanya 4 tahun melakukan dampingan.

Menurut Rohani, masa pendampingan yang terbatas dari Save The Children kemudian harus menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk melakukan hal yang sama terhadap PAUD yang tidak didampingi oleh Save The Children.

Dimana, jumlah PAUD di KLU sebanyak 154 lembaga, upaya yang bisa ditempuh adalah dengan meningkatkan kapasitas ibu-ibu PKK agar bisa mendampingi PAUD yang ada di masing-masing kecamatan.

Ketua TP. PKK ini mengharapkan kedepan, lembaga-lembaga PAUD di KLU punya kantin sekolah dan perpustakaan mini. Mengingat PAUD yang berstatus negeri baru ada di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Bayan.

Seusai kegiatan, Bupati Najmul memberikan miniatur masjid kuno kepada perwakilan Kemenlu dan Perdagangan Autralia. (TN-04)

Related Articles

Back to top button