Daerah

Pedagang di BIL Tak Terurus, Bandara Terlihat Kumuh

Lombok Tengah Talikanews.com – Sebelumnya, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok berjanji akan menata para pedagang kaki lima (PKL) supaya Bandara terlihat rapi dan enak dipandang.

Hanya saja, janji tersebut tidak kunjung dipenuhi malah, para pedagang tersebut terlihat tidak diurus hingga berjualan di area parki Roda 2 menyebabkan terlihat kumuh.

Salah seorang dari pedagang yakni Anggi (35) mengakui alasan masih bertahan jajarkan dagangan di area parkir karena pihak Angkasa Pura belum menyediakan lapak permanen seperti yang sempat dijanjikan.

“Kalau ingin memindahkan kami mohon untuk menempatkan lapak yang permanen jangan dipindah lagi, sudah lelah di pindah terus,” ungkap Anggi Janda beranak 4 (empat) ini Selasa (8/10).

Dia meminta kepada pihak PT AP supaya turun kroscek lokasi mengecek kondisi para pedagang yang mengais rezeki dengan kondisi lapak yang tak rapi ditambah sepi pembeli.

“Coba pihak Angkasa Pura (AP) turun lihat kondisi kami yang mengais rizki disini biar tau bagai mana kondisi dan lokasi berjualan sepi pembeli,” ujarnya.

Senada disampaikan Inaq Badi warga Desa Ketara Dusun Dayen Rurung mengaku kecewa terhadap pihak Angkasa Pura, sampai hari ini belum menempati janjinya untuk di buatkan lapak yang layak sebagai tempat menjajakan dagangannya.

“Wajar kami berjualan disini karna belum dibuatkan. Sejak bulan Mei 2019 dijanjikan untuk dibuatkan lapak. Malah yang diberi hanya terop kecil yang tidak cukup untuk menampung jualan,” cetusnya.

Terkait hal itu, General Manager  PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Lombok Nugroho Jati mengatakan, untuk sementara waktu masih proses komprehensif penertiban. Oleh sebab itu, minta kesabaran masyarakat khususnya pedagang.

“Saya berterima kasih terhadap saran dan masukan ke kami. Saya mohon maaf karena belum bisa maksimal untuk pelayanan kepada konsumen,” ujarnya.

Dia minta dukungan semua pihak dalam penataan PKL liar dan dirinya tidak ada ikatan apapun terhadap dua belah pihak sehingga tidak ada kewajiban dari Angkasa Pura untuk membuatkan lapak.

“Tidak ada kewajiban apapun dari AP untuk di buatkan lapak karena tidak ada ikatan kemitraan apapun, silahkan para pedagang bangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Angkasa pUra hanya siapkan lahan,” tutupnya (TN-03)

Related Articles

Back to top button