Politik

Aksi Borong pimpinan AKD di DPRD NTB Jadi Polemik

Mataram, Talikanews.com – Aksi borong pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (ADK) di DPRD Nusa Tenggara Barat jadi polemik internal karena terus mendapat sorotan dan kritikan dari Politisi di Udayana Mataram.

Sebelumnya Politisi PDIP sekaligus ketua Fraksi Gabungan Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (FBPNR), HL Budi Suryata mengingatkan agar semua parpol saling bahu membahu, bukan menganggap yang lain tidak ada.

Kini politisi PBB Junaidi Arif, ikut angkat bicara dan sikap enam parpol itu merupakan tindakan yang tidak baik untuk keberlangsungan lembaga legislatif. Sehingga sangat disayangkan sikap sejumlah parpol tersebut.

“Mestinya semua parpol atau fraksi yang ada di DPRD dirangkul. Cara itu akan membuat internal lembaga semakin kuat. Bukan main tinggal seperti ini, ungkapnya Rabu (9/10).

Dia mengatakan, jika berbicara AKD maka yang harus dikedepankan adalah satu kesatuan. Karena, bagaimanapun lembaga legislatif bukan milik parpol atau fraksi-fraksi tertentu.

“Kita ini satu gerbong dan berangkat pada satu lembaga yakni DPRD NTB yang membawa amanah dari rakyar. Kalau kita berangkat pada satu lembaga berbagilah AKD. Jangan maunya sendiri,” kata dia.

Oleh karena itu, jika partai-partai menganggap bahwa DPRD lembaga bersama mestinya seluruh fraksi yang ada diajak bicara bukan malah dijauhi. Sebab, jika berbicara dampak justru fraksi-fraksi yang tidak diberikan porsi AKD yang dirugikan.

“Ini namanya enak di mereka saja bukan di kita. Padahal kekuatan kita ada di fraksi dan kekuatan itulah yang mestinya akomodir,” ujar dia.

Diketahui, enam parpol di DPRD NTB sepakat berkoalisi untuk memborong seluruh pimpinan alat AKD di DPRD NTB yakni Partai Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat dan PKB. Hal itu disampaikan Ketua DPW PKB H. Lalu Hadrian Irfani yang sepakat membetuk koalisi bersama mengambil pimpinan AKD tersebut.

Adapun Parpol yang tidak di ikut sertakan ada dalam tiga fraksi diantaranya Fraksi Partai NasDem, Fraksi PAN yang di dalamnya termasuk Partai Berkarya, dan Fraksi Gabungan Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (FBPNR), terdiri dari PBB, PDIP, dan Hanura. (TN-04)

Related Articles

Back to top button