Pendidikan

Dikbud NTB Dorong SMK Otomotif Rakit Mesin Pencacah Sampah

Mataram, Talikanews.com – Untuk mendukung program pemerintah provinsi NTB tentang Zero Waste. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mendorong Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) merakit mesin pencacah sampah.

“Kita sudah kunjungi semua SMKN di NTB, khusus yang memiliki jurusan Otomotif atau permesinan, akan di dorong supaya merakit mesin pencacah sampah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H Rusman.

Selain mesin pencacah sampah, diharapkan para SMKN jurusan permesinan membuat terobosan membuat mesin pendukung program zero waste.

Terlebih Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membuat kerjasama dengan Komatsu dan SMK 6 Mataram menyiapkan SDM alat berat, agar terjadi ‘link and match’ antara sekolah dan industri sehingga bisa berjalan secara bersama-sama.

“SMK 6 Mataram menjadi SMK ke-36 yang didirikan oleh Komatsu Indonesia dalam bentuk kerjasama siapkan SDM alat berat,” kata dia.

Dengan adanya kerja sama ini siswa SMKN 6 Mataram akan dididik membuat alat berat. Selain itu, mereka juga akan dididik menjadi operator yang andal sesuai kebutuhan dunia industri.

“NTB menjadi daerah percontohan pertama di luar Pulau Jawa,” ucapnya.

Nantinya dalam satu kelas siswa yang dididik jumlahnya 24 – 36 orang. Selain melatih anak-anak SMK, para guru juga akan dilatih oleh PT. Komatsu Indonesia. Setelah diajarkan di sini, kemudian anak-anak SMKN 6 Mataram akan magang di perusahaan tersebut.

Rusman kembali pertegas soal zero waste, semua sekolah dibawah Dikbud NTB mendukung program Zero Waste yang merupakan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menuju NTB Gemilang.

“Bukan hanya SMK, melainkan SMA juga harus dukung program Zero Waste itu. Terlebih, sejak 16 Juli 2019, kami sudah Instruksikan kepala sekolah supaya kelola sampah sesuai petunjuk LHK dan akhir Oktober akan minta laporan, yang jelas semua sekolah bergerak,” ujarnya.

Rusman mengaku, setiap sekolah sudah disiapkan tempat sampah, tinggal kearah pengolahan. Ada beberapa sekolah sudah mengalami kemajuan dalam pengolahan sampah yang dijadikan pupuk kompos.

“Saya meyakini zero waste akan berjalan. Saat ini saja, anak-anak (pelajar) sudah mulai diterapkan cara menjaga kebersihan dan didikan itu dibawa hingga tempat tigggal,” papar dia.

Ditambahkan Rusman, adapaun sekolah yang terus geliatkan dan mencontohkan hidup bersih di lingkungan sekolah yakni SMAN 1 Gerung, sudah mulai olah sampah menjadi pupuk. Dari 304 total sekolah negeri di bawah Dikbud dengan rincian SMK sebanyak 97 , kemudian SMA sebanyak 164 dan SLB sebanyak 44 sekolah. Dirinya meyakini program zero waste akan suskes dijalan.

“Kalau total sekolah baik negeri maupun swasta sebanyak 642 sekolah. Ini semua kita dorong supaya galakkan jaga kebersihan,” tutupnya sembari menegaskan Jumat (04/10) dirinya sudah kunjungi SMAN 1 Gerung yang sedang mengolah smapah menjadi pupuk kompos dan dilanjutkan acara aksi gizi, “begibung dan berayan” yang nasinya dibungkus daun pisang. (TN-04)

Related Articles

Back to top button