Dosen Unram Ini Sebut, DPR Sengaja Lemahkan KPK

Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Dosen di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Doktor Widodo melakukan orasi depan kantor DPRD NTB, jalan Udayana dan menyebut, para DPR yang akan berakhir massa jabatan itu sengaja mengesahkan UU Pelemahan KPK.

Hal itu dikarenakan, supaya bisa bebas melakukan korupsi. Dimana, sesuai data, sebanyak 255 orang anggota dewan tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan sebanyak 130 kepala daerah.

“Ada apa dengan mereka, di akhir massa jabatan mengesahkan UU KPK, padahal tidak rancangan Prolegnas. Apakah ini semata-mata untuk memperluas kebebasan dalam melakukan korupsi?,” ungkapnya, Senin (30/9).

Doktor Widodo merasa terharu atas semangat mahasiswa yang membuka mata dan telinga rakyat peduli terhadap penegakan korupsi.

“Ketikan KPK dilemahkan sempat putus asa karena tidak ada yang mempertanyakan, setelah saya melihat para mahasiswa yang peduli, terharu rasanya dan harapan karena ada yang menyuarakan nasib bangsa, secercah harapan menjadi lebih baik,” kata dia.

Dosen Hukum itu malah bertanya, mengapa KPK di matisurikan, kenapa dewan yang berakhir jabatan mengesahkan UU pelemahan KPK, padahal tidak masuk rancangan Prolegnas.

Dia juga menegaskan bahwa Polisi bukan lawannya rakyat, melainkan polisi dan TNI anak kandung rakyat yang digaji dari uang rakyat. Negara ini merupakan negara demokrasi, jangan melakukan kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa rakyat.

“Belajarlah dalam menyikapi aksi ketika ada Demontrasi di Prancis dan Hongkong. Berbulan-bulan menggelar aksi, tapi tidak ada satupun mahasiswa melayang nyawanya. Sehingga, jika hari ini Polisi melakukan kekerasan seperti di Kendarai, Sulawesi Utara, kita jadi bertanya, ada apa dengan Polisi?,” cetusnya.

Widodo menambahkan, Mahasiswa yang datang ke Gedung DPRD NTB ini anti kekerasan, mereka hanya ingin sampaikan aspirasi untuk menolak UU KPK, RUU KUHP dan RUU lainnya. Kalaupun mereka masuk di gedung dewan itu karena merasa rumah rakyat, bukan hanya rumah wakil rakyat,” tutupnya sembari mengatakan, mereka (dewan,red) dipilih rakyat,” pungkasnya (TN-04).

Related Articles

Back to top button