Tolak UU KPK dan RKUHP, Satu Pendemo di NTB Diduga Tertembak Peluru Karet

Mataram, Talikanews.com – Aksi penolakan UU KPK, RKUHP dan RUU Pertanahan di depan Gedung DPRD NTB, ricuh hingga tiga kali. Dibalik ricuhnya ribuan massa aksi yang tergabung dalam NTB Bergerak itu, satu diantaranya diduga terkena tembakan peluru karet yang belum diketahui asal muasalnya.

Koordinator Umum NTB Bergerak juga ketua BEN Univesitas Mataram, Muhammad Amri Akbar membenarkan terjadi kericuhan massa aksi. Hanya saja, yang ricuh bukan dari massa NTB Bergerak.

Bagaimana dengan adanya informasi bahwa ada diantara massa aksi terkapar bahkan dibawa ke rumah sakit akibat terkena gas air mata? Amri membenarkan hal itu, laporan awal sekiatr pukul 12.00 WITA, baru tiga orang yang pingsan karena gas air mata. Akan tetapi, melihat pergerakan mobil ambulance, kemungkinan bertambah.

“Kami belum update informasi itu,” ungkapnya, Kamis (26/9).

Disinggung mengenai kabar ada salah seorang dari massa aksi yang terkena tembakan peluru karet? Armi pun tidak bisa memberikan jawaban pasti karena belum mendapat informasi tersebut.

Terkait hal itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana di hadapan perwakilan mahasiswa dan Forkompinda di ruang rapat paripurna menegaskan, dirinya meyakini tidak ada diantara massa terkena tembakan peluru karet.

Hal itu disebabkan karena, dirinya sudah perintahkan kepada semua jajaran dan personil yang berjaga massa aksi supaya tidak membawa senjata api maupun senjata lainnya.

Malah, meminta kepada personel tidak melakukan tindakan kekerasan dalam menghadapi massa aksi.

“Kalau terkena gas air mata mungkin iya, tapi mengenai informasi terkena tembakan peluru karet, saya yakin tidak benar,” kata dia.

Nana Sudjana akan melakukan pendalaman terhadap informasi itu. Jika ada yang terluka akibat tembakan peluru karet, pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) siap bertanggung jawab dan membiayai perawatan sampai sembuh.

“Kami akan cari tahu korban penembakan peluru karet itu dan buktikan kepada masyarakat bahwa polisi tidak dibekali senjata api dalam hadapi massa aksi. Kalau gas air mata memang benar,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button