Pendidikan

Miris, 3 Tahun SMAN 2 Donggo Kabupaten Bima Tak di Urus

Mataram, Talikanews.com – Pendidikan Menengah sudah diatur dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2014 yang mengatur kebijakan pemerintah daerah. Pada Pasal 12 ayat 1 urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 11ayat 2 meliputi, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan, masyarakat, sosial.

Hanya saja, terkadang apa yang sudah dituangkan dalam aturan kurang dijadikan perhatian oleh pemerintah daerah seperti yang dialami Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Donggo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Dimana, sudah tiga tahun kondisi fisik bangunan tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah Provinsi NTB, pasca dilanda angin puting beliung.

“Pendidikan merupakan hak semua warga, namun tidak semua warga memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. Inilah yang terjadi pada SMAN 2 Donggo, sudah 3 tahun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah,” ungkap salah seorang anggota DPRD NTB, Abdul Rauf di Mataram.

Dia mempertanyakan lambannya perhatian bahkan bantuan pemerintah provinsi untuk sekolah tersebut. Padahal, kesetaraan dalam pendidikan adalah hak anak-anak bangsa.

“Sungguh ini membuktikan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan tidak pernah turun kelapangan. Mestinya harus turun tangan membenahi sekolah ini. Karena hanya ini akses pendidikan yang strategis untuk masyarakat di sana,” katanya.

Politisi Demokrat Daerah Pemilihan Dompu, Bima dan Kabupaten Bima ini memaparkan, sudah tiga tahun kondisi sekolah itu terbengkalai. Aatapnya bolong, beberapa fasilitasi lainnya rusak.

“Ini catatan untuk kepemimpinan Zul-Rohmi sebagai tugas utama,” cetus dia.

Rauf mengaku, kalaupun kondisi fisik bangunan sekolah itu sudah rusak akibat hempasan angin puting beliung tiga tahun lalu. Aktifitas kegiatan belajar mengajar tetap berjalan kalaupun terpaksa menggunakan ruangan lain.

“Kasian dengan kondisi sekolah itu. Sampai saat ini belum tersentuh bantuan, kondisi mushalla juga parah,” ujarnya.

Mestinya, pemerintah Provinsi NTB tidak hanya memaparkan rencana program saja, kemudian mengaku sukses mengirim mahasiswa mengenyam pendidikan di luar negeri. Disatu sisi, yang perlu menjadi perhatian yakni kebutuhan sekolah tingkat bawah yang harus diperhatikan.

“Jangan banggakan kirim beasiswa, tapi kondisi bangunan sekolah dibawah sangat memprihatikan,” pungkas dia.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Rusman dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan.

Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah berjanji akan memperhatikan kondisi sekolah tersebut. “Segera kami perhatikan,” tutupnya. (TN-04).

Related Articles

Back to top button