Pemerintahan

Satu Tahun Zul-Rohmi, Ini Program Strategis Menuju NTB Gemilang

Mataram, Talikanews.com – Tanggal 19 September 2019 ini, genap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah berkhidmat sebagai Khadam masyarakat daerah seribu masjid. Sejak dilantik hingga saat ini, berbagai program sudah direncanakan dengan matang sesuai visi dan misi menuju NTB Gemilang.

Program-progam tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019 – 2023. Adapun misi pertama yakni, bagaimana caranya supaya NTB tangguh dan mantap melalui penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur serta konektivitas wilayah.

Misi Kedua, NTB bersih dan melayani melalui transformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi.

Misi Ketiga, NTB Sehat dan Cerdas melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai pondasi daya saing daerah.
Misi Keempat, NTB Asri dan Lestari melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan yang berkelanjutan.

Misi Kelima, NTB Sejahtera dan Mandiri melalui penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata dan industrialisasi.

Misi terakhir, NTB Aman dan Berkah melalui perwujudan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Dalam program strategis NTB Gemilang 2019-2023 terdapat sektor pariwisata andalan dan strategis, kemudian industrialisasi, selanjutnya pengembangan daya saing SDM, NTB ramah investasi, pengembangan konektivitas dan aksebilitas wilayah dan NTB bersih yang berkelanjutan.

Untuk pengembangan pariwisata dan strategis NTB, terlihat pada keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, akan dibangunnya sirkuit MotoGP, adanya wisata pulau kecil dan Gili, Geopark Rinjani dan Tambora.

Sektor pariwisata memiliki peran strategis yang akan mampu mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif.

Terlebih, diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) NTB nomor 7 tahun 2013 tentang rencana induk pariwisata daerah (Riparda) tahun 2013-2018 mengatur aspek pembangunan kepariwisataan daerah.

Dalam Perda itu juga diatur tentang Destinasi Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, Industri Pariwisata dan Organisasi Kepariwisataan.

Terkait hal itu, pemerintah provinsi telah memberikan dukungan berupa infrastruktur yakni Pembangunan jalan bypass BIL – KEK Mandalika sepanjang 17,8 Km, kemudian ada peningkatan dan pengembangan jaringan jalan nasional yang menghubungkan BIL – Kuta sepanjang 15,5 Km.

Tidak hanya itu saja, peningkatan dan pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan pelabuhan Gili Mas – KEK Mandalika. Peningkatan dan pengembangan jaringan jalan provinsi yang menghubungkan Bilelando – Awang –Kuta – Selong Belanak – Montong Ajan sepanjang 55 Km dan Montong Ajan – Penunjak sepanjang 31 Km.

Begitu juga ada rencana perpanjangan Runway Bandara internasional Lombok menjadi 3300 meter yang anggaran dari pemerintah pusat melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini PT Angkasa Pura. Selanjutnya pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok, dan rencana Penataan lingkungan sekitar Kawasan berupa pembangunan RS Internasional.

Bicara soal Energi, terdapat peningkatan dan pengembangan Gardu Induk Kuta (30 MW), Peningkatan dan pengembangan Gardu Induk Sengkol (20 MW), Peningkatan dan pengembangan Gardu Induk Sengkol (20 MW).

Untuk Sistem Telekomunikasi, terdapat pembangunan jaringan serat optik/ STO dan SST (4662 SST), Pengembangan jaringan nirkabel melalui pengembangan Menara telekomunikasi. Untuk SDM seperti pembangunan Politeknik Pariwisata dan Penguatan BLK dan SMK.

Pemerintah Provinsi NTB dibawah kendali Zul-Rohmi ini juga melakukan pengembangan Rinjani Unesco Global Geopark. Dimana, Rinjani ditetapkan sebagai UNESCO GLOBAL GEOPARK saat sidang Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sejak 12 April 2018.

Ditambah lagi, Geopark Rinjani sukses sebagai tuan rumah Simposium APGN 2019 yang mampu menggugah peserta karena Gunung Rinjani memiliki warisan geologi secara vulkanologi. Dimana keberadaan sudah mampu memberikan keuntungan masyarakat bahwa Rinjani adalah sumber air Pulau Lombok.

Terjadi peningkatan wisatawan dari tahun ketahun, menumbuhkan partisipasi generasi muda dan masyarakat untuk lebih menjaga dan dapat mengambil manfaat dari keberadaan geopark Rinjani.

Beralih ke pengembangan Tambora sebagai Geopark Nasional. Letusan Dahsyat pada tahun 1815 dengan skala 7 VEI (Volcanic Explosivity Index) dan dentumannya terdengar hingga batavia, makasar, ternate dan bangka yang berjarak 2600 km dari Gunung Tambora.

Dimana, Gunung Tambora terletak pada wilayah kabupaten dompu dan kabupaten bima. Bentang alam kawasan meliputi kaldera Gunung Tambora yang terletak di pusatnya dan Pulau Satonda sebagai wilayah terluarnya di bagian barat laut. Pada tahun 2017 Gunung Tambora Telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional.

Tambora mempunyai integrasi hubungan yang kuatantara geologi (Geodiversity), Biologi (Biodiversity) dan budaya (Cultural Diversity). Masyarakat merasakan manfaat dari geopark Tambora melalui kegiatan pariwisata.

Pengembangan Wisata Halal kelas Dunia pun telah diterbitkan Perda nomor 2 Tahun 2016 tentang pariwisata halal dengan ruang lingkup pengaturan meliputi destinasi, pemasaran dan promosi, industri, kelembagaan, pembinaan, pengawasan dan pembiayaan.

Dengan jelas ditegaskan bahwa pengelola destinasi pariwisata halal harus membangun fasilitas umum untuk mendukung kenyamanan aktivitas kepariwisataan halal, seperti tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan Muslim, serta fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.

Hal itu karena NTB tahun 2015 dan 2016 berhasil mendapat penghargaan konteswisata halal dunia. Didalamnya, terdapat Desa Sembalun terpilih sebagai destinasi bulan madu halal terbaik (World’s Best Halal Honeymoon Destination) dan Novotel Lombok Resort & Villas sebagai resort halal tepi pantai terbaik (World’s Best Halal Beach Resort).

Tahun 2019 Lombok, NTB kembali terpilih sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia mengungguli 10 destinasi lain di Tanah Air menurut Muslim Travel Index (IMTI). Dengan demikian pemerintah berusaha penanggulangan Kemiskinan dengan cara pendekatan community Based Tourism (99 Desa Wisata).

Ini semua, merupakan sebuah konsep mengembangkan potensi alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat, yang didukung dan dijalankan oleh masyarakat sehingga sedikit demi sedikit akan tercipta suatu kreativitas sehingga kedepannya mengembangkan pariwisata sudah mendarah daging dalam masyarakat.

Adapun manfaat pembentukan desa wisata menjadi sumber ekonomi/pendapatan masyarakat desa, kemudian menyediakan lapangan kerja, meningkatkan perhatian masyarakat kepada sumber alam dan memperbaiki lingkungan dan Meningkatkan ketrampilan SDM warga desa. Contoh Desa Wisata yang cukup berhasil yakni Desa Sade, Desa Setanggor, Desa Tete Batu, Pasar Pancingan, Desa Kerujuk.

Bicara Industrialisasi, akan ada pembangunan smeleter dan dan industri turunannya. Untuk industri Smelter Berlokasi di Sumbawa Barat dengan Kapasitas 2 juta konsentrat per tahun. Konstruksi ditargetkan Selesai akhir 2021. Untuk Produksi 500.000 ton per dengan Luas 850 hektar. Dukungan yang diperlukan seperti Penetapan Kawasan Industri seluas kurang lebih 850 Hektare.

Kemudian Alih Fungsi Pelabuhan Bente dan Labuhan Lalar, Pembangunan Politeknik Pertambangan, Pengembangan BLK dan SMK, Pembangunan Pembangkit listrik kurang lebih 500 MW Produk dari Pemurnian Smelter antara lain, Tembaga, Slag, Asam Sulfat, Gypsum, Perak, Selenium, dan Emas dapat dimanfaatkan untuk industri turunan seperti Industri plat tembaga, kabel, Pupuk dan industri Kimia lainnya serta Industri Pengolahan.

Untuk industri pengolahan rancangan industrialisasi provinsi NTB seperti Smeleter dan RPH, yang akan membuat RPH daging beku, industri pakan ternak, pakan ikan dan unggas dan akan buat sentra IKM, permesinan dan logam Essence oil HHBK.

Bicara sektor pertanian, peternakan, lingkungan, kehutanan dan Kelautan terbukti dari keberadaan RPH Banyumulek, untuk Industri Pariwisata seperti KEK Mandalika, Sentra Industri Garam Melalui Industri Pengolahan dan permesinan, nilai tambah bahan baku (mentah) dapat di tingkatkan, sehingga tidak lagi menjual bahan mentah tetapi diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

Industri permesinan dan STIP. Saat ini, STIP sebagai pusat inovasi industri permesinan dan inkubasi bisnis dengan output Wirausaha Baru, Model Teknologi, Model Produk, Mesin-Mesin Pengolahan, Sertifikat, Kontrak/ MoU/Kemitraan, Software Aplikasi, dan Penemuan Kawasan Industri dan workshop permesinan.

Saat ini pemerintah provinsi NTB juga sedang kembangkan Pabrikasi Produk Elektronika, dan IT. Industri Model Pabrik Permesinan. Rintisan Industri Karoseri Bak Truck. Di Gedung B1 fasilitas Sekolah Wirausaha, Ruang Tenan / Inkubator Bisnis, Temu Usaha dan kegiatan lain yang relevan, Ruang Pelatihan dan Sertifikasi Keahlian
Gedung B2 terdapat Bursa Kerja, Pelayanan Perijinan, Bank, NTB Info, NTB Miniatur, KEK Mandalika Office Ruang Display / Pameran IKM, Kantor LSPro, Layanan SNI, ISO, Test Report. Ada juga Gedung Serbaguna (Convention Hall) Peningkatan SDM.

Program lainnya yakni Beasiswa NTB baik dalam dan Luar Negeri. Pasangan Zul-Rohmi telah melakukan pengiriman putra putri NTB untuk melanjutkan studi S1, S2 dan S3 ke dalam dan Luar Negeri.

Beberapa negara tujuan seperti, Polandia, China, Malaysia dan Taiwan. Beasiswa NTB 2018 – 2019 untuk kategori S2 Polandia sebanyak 72 orang , S2 Malaysia sebanyak 152 orang, S1 China sebanyak 23 orang, S3 Tiongkok sebanyak 18 orang (China & taiwan), Total keseluruhan 265 orang. (Sumber Bappeda dan Humas NTB)

Related Articles

Back to top button