Politik

Demokrat: Timing Kurang Tepat, Kepemimpinan Zul-Rohmi Kurang Beruntung

Mataram, Talikanews.com – Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah mulai muncul berbagai penilaian terhadap pelaksanaan program unggulannya.

Bagi partai pendukung yakni Partai Demokrat, secara umum pelaksana program Zul-Rohmi cukup baik, kalaupun ada yang perlu ditingkatan.

“Timing tampilnya Zul-Rohmi kurang tepat, saat dilantik terjadi gempa bumi yang membuat perekonomian terjun bebas,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, Senin (16/9).

Dia menyampaikan, kalau dilihat secara umum pertumbuhan perekonomian cukup membaik, tapi banyak hal-hal yang harus dilakukan perbaikan. Contoh soal program beasiswa, muncul permasalahan tidak sesuai yang diharapkan masyarakat. Artinya, kedepan, supaya betul-betul sempurnakan perencanaan agar realisasi tidak bermasalah.

“Kita lihat, sudah mulai mengakui ada kesalahan dan ingin melakukan perubahan kata lain, gubernur akan evaluasi lebih baik,” katanya.

Kalau dari sektor pariwisata, bagi anggota DPRD NTB itu menilai sudah berjalan dengan baik. Mengenai ada orang yang mengatakan kepemimpinan Zul-Rohmi abaikan sektor pariwisata, menurutnya salah karena, tidak bisa menyebut anggaran kecil lantas tidak memperhatikan pariwisata.

“Jangan hanya melihat anggaran pemda tapi lihat kemampuan Dr Zul menjemput anggaran pusat. Kita tidak bisa mengatur persentase anggaran sektor pariwisata, karena beda dengan pendidikan dan kesehatan yang bisa diatur pemerintah daerah,” ujarnya.

Yang jelas, tahun pertama Zul-Rohmi cukup berhasil, kaluapun ada hal-hal yang harus difokuskan kedepan.

“Intinya masa tampil Gubernur Dr Zul kurang beruntung. Muncul pada masa kurang tepat, beda dengan kepemimpinan TGB yang muncul saat pertumbuhan ekonomi cukup baik, prestasi juga cukup baik,” papar dia.

Mahally mengulas soal masa muncul kurang tepat yakni, sebulan menjelang akhir jabatan TGB datang Zul-Rohmi yang saat itu masyarakat dilanda musibah gempa bumi.

Politisi berlambang bintang mercy juga menyinggung soal label halal yang sudah diraih pemprov NTB seakan dilupakan.

Ditegaskannya, tidak serta merta ketika tidak diperhatikan langsung hilang. Itu semua sudah dipertimbangkan oleh Zul-Rohmi secara konfrehensip.

Apalagi Label destinasi halal itu secara nasional sudah bermasalah. Dimana Indonesia kalah di tingkat internasional. Karena, ketika bicara globalisasi maka label itu terancam. Akan tetapi, diposisi ini harus bantu Zul-Rohmi khususnya masyarakat lokal.

Bicara isu import daging dan datangkan ternak sapi dari Australia. Menurutnya, tidak serta merta membunuh masyarakat atau peternak lokal, kalau bicara pemberdayaan, ada namanya program Bumis Sejuta Sapi (BSS). Dimana, kalaupun import sapi dari Australia bukan berarti hentikan BSS, karena program BSS itu belum capai hasil maksimal sehingga Dr Zul punya inisiatif ada program penggemukan yang bisa menguntungkan masyarakat lokal.

“Jangan mikir import sapi langsung buat anjlok peternak, nanti bisa lihat dilapangan pasti banyak meningkatkan pendapatan masyarakat. Bicara import daging, apa daging kita sudah terpenuhi oleh daerah sendiri? Harus jujur lihat diri kita sendiri. Saya lihat malah Dr Zul jujur melihat kondisi kita sehingga punya inisiatif,” cetusnya.

Bicara program revitalisasi Posyandu, bagi Mahally sangat bagus positif dengan adanya gerakan, artinya keluhan maupun aspirasi masyarakat sudah bisa dijawab dan dirinya sangat mendukung, terlebih anggaran posyandu tetap diperhatikan.

“Masyarakat kita selalu mengeluh, apalagi guru, perawat dan honorer. Yang jelas, pembangunan ekonomi kepemimpinan Zul-Rohmi tidak gagal. Yang perlu diperbaiki saat ini Sumber Daya Masyarakat (SDM) agar tidak protes dan mengeluh,” tegasnya.

Kedepan, melalui Komsii V DPRD NTB, Mahally akan dorong supaya lebih memperhatikan pendidikan, kemudian Gubernur harus tempatkan pejabat yang paham pendidikan jangan yang ahli hukum.

“Kalau boleh jujur ekonomi pemerintah saat ini berhasil, tidak ada Masyarakat tidak dapat makan. Kenapa masyarakat kita suka mengeluh karena harus dirubah pola pikir dengan berikan pendidikan yang layak,” tuturnya.

Mengenai program Zero waste, bagi Mahally cukup bagus. Hanya saja, sebelum mencanangkan harus didukung dengan sosialisasi dan tingkatkan pelaksanaan. Yang perlu dimatangkan perencanaan terus sosialisasi. Kita kawal bersama dan bantu Zul-Rohmi. Ingatkan Zul-Rohmi dari sekian programnya itu,” papar dia.

Mahaly menambahkan, paling pertama harus dilakukan selain sosialisasi dalam program zero waste, harus belajar ke daerah lain, misal ke Bali, jangan malu mengejar ilmu tersebut. Jangan hanya ingin cepat, apalagi memandang mudah tapi, masyarakat juga kurang mampu merubah diri.

“Saya lihat di program zero waste, sudah bentuk tim dari semua unsur, tapi kuncinya jangan malu contoh cara order baru, buatlah gerakan bebas sampah, apapun jenis gerakan. Kalau hanya program biasa tanpa gerakan masyarakat maka susah berjalan,” kupas Mahaly.

Apalagi bicara sampah harus berhadapan masalah perilaku masyarakat, itu yang perlu dirubah. Jangankan orang tidak berpendidikan, orang yang berpendidikan saja bisa buang puntung rokok disembarang tempat.

Penekanan khsusus bidang pemerintahan, Mahally berpesan, jangan terlalu sering mutasi, sebagai partai pengusung menilai dampak mutasi dapat pengaruhi kinerja pejabat, perhatikan profesionalisme aparatur.

“Belum setahun sudah sering kali mutasi, kecuali ada yang pensiun, ibarat main catur kalau pindah loper saja dampaknya snagat besar, apalagi kuda. Jangan gunakan suka tidak suka maupun balas jasa dalam mutasi, harus atur secara profesional,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button