Sosial

BPN Loteng Sebut, Banyak Lahan Masyarakat Tak Bersertifikat

Lombok Tengah, Talikanews.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyebut, masih banyak lahan masyarakat di bumi Tatas Tuhu Trasna belum bersertifikat. Padahal, ribuan sertifikat dari Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun lalu secara gratis diturunkan.

Banyaknya lahan belum bersertifikat membuat BPN gencar sosialisasi programInventarisir, Penguasaan, Pemilikan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T).

Kasi Pertanahan BPN Loteng, Yuli Priyanto mengaku banyak masyarakat belum masuk program Inventarisir, Penguasaan, Pemilikan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T). Hal itu membuatnya turun menssosialisakan pentingnya masyarakat kantongi sertifikat lahan mereka.

“Kami turun untuk mendata setiap jengkal lahan yang ada di indonesia khususnya di Loteng, agar tidak menjadi persoalan dikemudian hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Penatagunaan Tanah dan Kawasan, Yudi Prasetio menjelaskan, tahun 2019 ini, hanya 3 desa yang mendapatkan pedataan program IP4T yakni Kelebuh, Batunyala dan Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah. Adapun jumlah yang akan didata sebanyak 9000.

“Masih banyak yang belum terdata, hanya saja program ini bergantung pada besaran anggaran,” kata dia.

Program IP4T ini nantinya secara otomatis sebagai acuan untuk verefikasi lahan tersebut apakah layak atau tidak mendapatkan sertifikat.

“Untuk mendapatkan sertifikat kepemilikan akan di tentukan melalui progran IP4T ini, terlebih bisa mengetahui apakah lahan tersebut bersengketa atau tidak,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button