Ekonomi

Dihadapan DPIM, Gubernur NTB Ingin Lombok-Malaysia Terkoneksi

Mataram, Talikanews.com – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Zulkieflimansyah sambut keseriusan para investor asal Malaysia untuk berinvestasi di NTB.

Pada kesempatan itu, sapaan Dr Zul menyampaikan, kunjungan dari Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) ini merupakan tindak lanjut kunjungan Pemprov NTB ke Malaysia beberapa waktu lalu. Saat ini DPIM membawa sejumlah investor dari Malaysia untuk berinvestasi di NTB.

Menurut Zul, kedatangan DPIM bersama sejumlah investor, merupakan langkah kongkrit untuk berinvestasi di NTB di multisektor yang potensial. Terlebih cukup banyak peluang investasi di NTB, seperti di bidang farmasi, pengolahan sampah, pengolahan daging dan lain sebagainya.

Selain itu, Gubernur juga berharap, dengan banyaknya kesamaan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya NTB, ke depan akan lebih banyak terbangun koneksi langsung antara Lombok-Malaysia. Karena dengan adanya direct flight antara dua daerah akan mampu meningkatkan angka kujungan wisata. Seperti yang terlihat di direct flight Lombok-Perth Australia telah tembus angka kunjungan turis Australia ke NTB diangka 200 persen.

“Kami sedang fokus memberi nilai tambah pada hasil produksi masyarakat melalui konsep industrialisasi. Dengan hadirnya industri di dalam daerah, maka pengolahan bahan baku bisa dilakukan di sini dan bisa menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB, Senin (9/9).

Untuk memberi kemudahan bagi investor lanjutnya, dia meminta Kepala OPD untuk membantu dan memfasilitasi jika ada potensi-potensi bisnis di NTB, misalnya dalam bidang farmasi.

“Pimpinan OPD bisa menjembatani, untuk pembangunan pabrik farmasi, sehingga bahan baku akan lebih berkembang di NTB,” kata dia.

Disatu sisi, Presiden DPIM, Datuk Sahar, berharap kedatangannya bersama para investor ke NTB untuk melihat potensi-potensi bisnis yang bisa dikembangkan di Lombok dan Sumbawa. Ia meminta penjelasan kepada dinas dan lembaga terkait di NTB yang berhubungan dengan regulasi atau aturan-aturan berinvestasi di Indonesia, khususnya di NTB. Terutama masalah perpajakan, biaya masuk dan lain sebagainya.

Wakil Presiden DPIM, Datuk Rizal menambahkan, bahwa semua investor yang datang bersamanya memiliki keseriusan untuk berinvestasi di NTB dalam waktu dekat. Ia mengharapkan agar proses investasi dipercepat dengan memperpendek alur birokrasi. Kebijakan ini perlu dilahirkan agar dapat segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara Pemprov NTB dengan Malaysia.

“Kedatangannya ke NTB untuk melihat langsung potensi investasi, termasuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemilik hotel di kawasan Senggigi. Karena, Investor Malaysia siap menghidupkan kembali hotel-hotel yang sudah mati di kawasan Senggigi,” ujarnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button